"Lovingurself" wujud kepedulian mahasiswa atas kesehatan mental pemuda

·Bacaan 2 menit

Pandemi COVID-19 berkepanjangan telah memengaruhi kehidupan semua orang, termasuk generasi muda, di mana 80 persen dari mereka di seluruh dunia mengalami penurunan kondisi kesehatan mental, demikian juga di Indonesia.

Atas kondisi tersebut, mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta menggelar program kampanya bertajuk Lovingurself sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental generasi muda di Indonesia di masa pandemi.

Berdasarkan data survei GlobalWebIndex (GWI) bahwa Instagram merupakan aplikasi paling digemari generasi Z (16-23 tahun) sehingga kampanye Lovingurself digencarkan melalui platform media sosial yang cukup populer itu, kata Ketua Kelompok Kuliah Peduli Negeri Universitas Mercu Buana Jakarta, Assyifa Destria Ningrum.

"Kampanye ini kami buat bukan hanya sekedar untuk memenuhi mata kuliah wajib kami, tetapi karena kesadaran kami tentang minimnya pengetahuan generasi Z akan pentingnya kesehatan mental serta minimnya tingkat kepedulian terhadap sesama," kata Assyifa, dalam siaran pesnya, Senin.

Baca juga: Terapi warna pengaruhi kesehatan fisik dan mental

Baca juga: Stigma negatif, salah satu tantangan atasi masalah kesehatan mental

Melalui kegiatan ini, diharapkan membuka komunikasi dua arah melalui kolom komentar Instagram “Lovingurself”. Ini diharapkan juga bisa menjadi ketertarikan generasi muda untuk mengetahui serta memahami pentingnya peduli terhadap kesehatan mental sehingga kasus gangguan mental bisa ditekan.

Dalam kampanye Lovingurself dibagikan berbagai tips, give away, dan lainnya untuk mengundang ketertarikan generasi muda bergabung. Dengan begitu kampanye ini diharapkan dapat membantu generasi muda peduli terhadap kesehatan dan tetap aktif serta kreatif.

Menurut laporan, salah satu yang memperburuk kondisi kesehatan mental generasi muda ini diakibatkan prospek ekonomi dan pendidikan yang terbatas. Hal tersebut menjadi salah satu permasalahan yang mendapat perhatian khusus dari para praktisi psikologi ataupun pemdidikan di Indonesia.

Ketika generasi muda mengalami gangguan kesehatan mental dapat dipastikan akan memengaruhi perilaku dan problem solving mereka. Gangguan kesehatan mental dipengaruhi banyak hal salah satu faktor terpenting adalah lingkungan sekitar di mana mereka beraktivitas baik lingkungan keluarga ataupun masyarakat.

Melalui kegiatan Kuliah Peduli Negeri (KPN) dengan judul “Pentingnya kesadaran anak muda terhadap kesehatan mental”, pada mahasiswa Mercu Buana Jakarta berupaya meningkatakan kesadaran anak muda tentang pentingnya menjaga dan perduli terhadap kesehatan mental mereka.

KPN itu digelar sejak 18 November 2021 sampai dengan 31 Desember 2021, dan dilakukan secara online. Pembahasan difokuskan tentang seberapa pentingnya menjaga dan perduli terhadap kesehatan mental yang dimulai dari diri sendiri.

Baca juga: Pentingnya resolusi tahun baru yang realistis bagi kesehatan mental

Baca juga: Tahun baru bisa picu depresi dan kecemasan, apa penyebabnya?

Baca juga: "Mental First Aid Kit", pendampingan anak di masa transisi belajar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel