LPAI beri penyuluhan Karakter Profil Pelajar Pancasila

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan bahwa pihaknya memberikan penyuluhan bagi para orang tua, guru, dan remaja mengenai pentingnya membangun karakter anak sejak dini, yaitu Karakter Profil Pelajar Pancasila.

"LPAI melakukan upaya nyata guna melindungi anak dari paham intoleransi, radikal, dan terorisme, yakni dengan memberikan penyuluhan bagi para orang tua, guru, dan remaja mengenai pentingnya membangun karakter anak sejak dini, yaitu Karakter Profil Pelajar Pancasila," kata Kak Seto, sapaan akrab Seto Mulyadi, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Seto menyoroti permasalahan radikalisme dan terorisme yang kerap ditanamkan sejak dini kepada anak-anak, baik di lingkungan sekolah, pertemanan, maupun keluarga.

Ia mengingatkan kepada orang tua harus paham terkait dengan pentingnya membangun karakter anak sejak dini untuk melindungi anak dari paparan ajaran tersebut. Oleh karena itu, LPAI melakukan upaya dengan cara melakukan penyuluhan kepada orang tua, guru, dan remaja.

"Pertama akhlak mulia, kemudian kebinekaan global. Anak-anak dituntut untuk dapat pertahankan budaya luhur, lokalitas, dan identitas namun tetap berpikiran terbuka ketika berinteraksi dengan budaya lain," kata sosok yang juga pendiri sekolah alternatif Homeschooling Kak Seto (HSKS) ini.

Selanjutnya adalah karakter gotong royong, mandiri, dan kritis. Dalam hal ini anak-anak akan dapat mengasah kreativitas dengan menerapkan pemikiran kritis, kemudian mengolahnya menjadi inovasi baru yang bermanfaat bagi banyak orang, dan yang terakhir kreatif.

Selain itu, pihaknya juga aktif mengadakan seminar, webinar dan talk-show. Kegiatan tersebut pihaknya lakukan melalui kerja sama dengan beberapa kementerian dan lembaga pemerintah, baik pusat maupun daerah, juga dengan lembaga-lembaga pendidikan negeri maupun swasta, serta bersama LPAI yang ada di daerah.

Guna memaksimalkan upaya LPAI dalam perlindungan anak dari virus radikalisme, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai pemangku kepentingan dalam penanggulangan paham radikal, terorisme, dan intoleransi di Indonesia.

"Bagaimanapun kita semua wajib untuk melindungi anak-anak kita dari paham berbahaya tersebut demi mewujudkan anak-anak yang nantinya dapat memajukan dan membangun negeri ini," ujar Kak Seto.

Baca juga: Pembentukan karakter siswa SD melalui Profil Pelajar Pancasila
Baca juga: Kak Seto: Perlu desain perlindungan anak dari intoleransi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel