LPDB gandeng PUM Netherlands kembangkan ekonomi berbasis klaster

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menggandeng Progamma Uitzending Manajer (PUM) Netherlands Senior Experts untuk mengembangkan ekonomi berbasis klaster di Indonesia.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama di Kantor Pusat PUM Netherlands Senior Experts, Bezuidenhoutseweg, Den Haag, Belanda, Senin.

"Ke Belanda ini dalam rangka berkenalan dengan PUM dan melakukan kerja sama yang lebih, dan mempunyai komitmen yang tinggi dengan PUM dalam rangka pengembangan UMKM yang ada di Indonesia,” ujar Direktur LPDB-KUMKM Supomo lewat keterangan resmi, Jakarta, Senin.

Kerja sama dengan PUM dinilai menjadi langkah strategis karena melibatkan mitra strategis yang sudah terbukti kinerjanya.

Baca juga: LPDB telah salurkan dana bergulir Rp893,75 miliar hingga Juni 2022

Tercatat, PUM Netherlands Senior Experts telah melakukan pendampingan kepada mitra LPDB-KUMKM, yakni Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq untuk pengembangan teknis budi daya, etika bisnis, dan pemasaran di sektor pertanian.

“Ke depan, program pendampingan LPDB-KUMKM akan semakin kuat dan berkualitas karena memiliki pendekatan ekonomi berbasis klaster yang disesuaikan dengan karakteristik iklim, sosial, dan budaya,” ungkap dia.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya turut menandatangani komitmen bersama penguatan ekosistem bisnis Kopontren Al-Ittifaq dengan PUM Netherlands Senior Experts.

Melalui komitmen kerja sama itu, LPDB akan melaksanakan pendampingan dari sisi kelembagaan dan pembiayaan koperasi. Sedangkan PUM bakal melakukan pendampingan dari sisi transfer pengetahuan seperti budidaya, penanganan pasca panen, hingga alur distribusi ke pasar modern.

“Diharapkan ekosistem bisnis Kopontren Al-Ittifaq semakin berkembang dan memiliki pondasi yang kuat dari hulu hingga hilir yang dikolaborasikan dengan mitra-mitra strategis, dan dampaknya Kopontren Al-Ittifaq mampu meningkatkan supply atau permintaan produk sayur dan pertanian dari modern market,” ucap Supomo.

Baca juga: LPDB kerja sama dengan aplikasi garapan Hamish Daud guna urus sampah
Baca juga: LPDB-KUMKM dukung KPK selidiki dugaan penyaluran dana bergulir fiktif

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel