LPDUK dan KONI Pusat Siap Kelola Dana Komersil PON XX Papua

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen. TNI (Purn) Marciano Norman menyambut baik kunjungan Plt.Direktur Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahrgaan (LPDUK) Kemenpora Firtian Judiswandarta. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak ingin menjajaki kerjasama pengelolaan dana komersil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Pada kesempatan ini, juga dijajaki peluang kerjasama lainnya untuk membangun industri olahraga nasional.

"Saya memberi apresiasi tinggi kepada LPDUK dengan memaparkan penjelasan seputar pengelolaan dana olahraga di luar APBN (dana komersil). KONI sepakat dengan LPDUK, olahraga bergulir dengan baik jika dapat mengelola dana di luar APBN," kata Marciano seperti rilis yang diterima Liputan6.com.

Sebelumnya, kerjasama pengelolaan dana komersil PON XX antara LPDUK, KONI dan PB PON XX sempat terhenti karena belum menemukan formula titik temu. Karena itu, LPDUK di bawah pimpinan baru mulai menjalin komunikasi lagi dengan KONI dan PB PON XX Papua.

Plt Direktur LPDUK Firtian Judiswandarta menegaskan, kerjasama pihaknya dengan KONI Pusat dan PB PON XX harus didasari dengan azas saling menguntungkan, transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Kita kerjasama dengan KONI Pusat untuk memajukan prestasi olahraga Indonesia. Dan mungkin event terdekat adalah PON XX Papua. Kami ingin bersama KONI Pusat dan PB PON XX untuk secara bersama mengelola dana di luar APBN pada PON XX Papua," katanya.

Membangun Kepercayaan

Venue PON XX di Papua. Dok Kementerian PUPR
Venue PON XX di Papua. Dok Kementerian PUPR

Pada kesempatan ini Marciano juga mengajak LPDUK kerjasama menciptakan industri olahraga agar pembiayaan olahraga bisa lebih mandiri. Karena itu, LPDUK juga harus bisa membangun kepercayaan dari stakeholder olahraga dan sponsor.

"Kerjasama LPDUK dan KONI Pusat agar olahraga dapat menjadi industri, kalau tidak bisa olahraga kita akan selalu dihadapkan dengan kesulitan soal pendanaan. Jangan sampai kita menjadi tikus mati di lumbung padi," kata Marciano.

Firtian mengaku bangga diajak Ketua Umum KONI Pusat untuk menciptakan industri olahraga. Dia mengaku ingin membangun ini sebagai lembaga yang transparan dan akuntabel.

"Intinya keberadaan LPDUK adalah untuk membantu menghimpun kesulitan dana yang dihadapi masyarakat olahraga. Kami dengan senang hati dengan ajakan KONI Pusat terkait untuk mencipatkan industri olahraga, sebagai alternatif penadaan olahraga di luar APBN," ujar Firtian.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini: