LPEI bersama perbankan berikan pembiayaan UKM ekspor Rp16,1 miliar

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberikan pembiayaan kepada sebelas usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor senilai Rp16,1 miliar.

"Akses pembiayaan ini dibutuhkan oleh para pelaku usaha untuk memulihkan bisnisnya dan bangkit dari keterpurukan akibat pelemahan aktivitas ekonomi yang disebabkan oleh pandemi," kata Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompas dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.

Pembiayaan ekspor tersebut diharapkan dapat membantu "UKM Naik Kelas’ untuk tetap menggerakkan roda usahanya, sehingga mampu berkontribusi dalam peningkatan ekspor nonmigas dan ikut memperbaiki neraca perdagangan dan ekonomi nasional.

Baca juga: LPEI peroleh dana 580 juta dolar AS dari dua lembaga keuangan

James menilai, banyak pelaku usaha yang membutuhkan dukungan finansial maupun non finansial di masa pemulihan akibat pandemi.

Melalui skema penugasan khusus ekspor dari pemerintah, LPEI menyediakan dukungan finansial melalui produk pembiayaan bagi pelaku usaha UKM berorientasi ekspor.

Selain itu, LPEI juga memiliki fasilitas penjaminan yang menempatkan LPEI sebagai lembaga pemberi kredit (credit enhancer) yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperoleh akses pembiayaan dari bank.

Baca juga: Peneliti ingatkan dampak resesi terhadap UKM

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Perdagangan bersinergi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam menyediakan pembiayaan ekspor bagi pelaku UKM. Sinergi itu diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai penyediaan dan pemanfaatan jasa layanan perbankan dalam rangka peningkatan ekspor.

Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Kasan dengan Direktur Hubungan Kelembangaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Sis Apik Wijayanto hari ini di Cirebon, Jawa Barat dan disaksikan secara langsung oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Sinergi Kementerian Perdagangan dengan PT BNI sebagai mitra yang strategis dalam memberikan layanan perbankan adalah untuk memberikan dukungan pembiayaan ekspor, salah satunya untuk para pelaku UKM yang juga merupakan penyumbang surplus bagi neraca perdagangan.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UKM melakukan ekspor sehingga dapat meningkatkan kinerja ekspor nasional.

Selain itu, pelaku usaha juga diharapkan dapat mempertahankan hubungan dagang dengan mitranya saat ini dan menjaga kemampuan untuk mencari potensi pasar baru.