LPEI Gandeng Pemkab Banyuwangi Majukan Agrobisnis Kawasan Ijen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi dalam upaya memajukan produk lokal Agrobisnis Kawasan Ijen.

Tujuannya menciptakan daya saing berkualitas ekspor dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha guna menopang ekonomi kerakyatan setempat.

Sinergi dan komitmen LPEI tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanganan kerja sama antar pihak, LPEI dengan Koperasi Klaster Ijen Banyuwangi (KKIB) dan PT Souvantara Portaverda Gemilang (Souvantara).

Simbolisasi Peluncuran Program Pendampingan Pengembangan Potensi Ekspor Kawasan Agrowisata Ijen Banyuwangi disaksikan oleh Asisten Pemkab bidang Perekonomian dan Pembangunan, Guntur Priambodo, Direktur Pelaksana II LPEI, Maqin U. Norhadi, dan pemangku kepentingan lainnya, sekaligus menandai dimulainya program pelatihan.

Direktur Pelaksana II LPEI, Maqin U. Norhadi menyampaikan, LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI sangat mendukung program Pemerintah dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi. Salah satunya kawasan agrowisata Ijen.

"Sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan menciptakan daya saing berkualitas ekspor, LPEI membangun sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di Kawasan Agrowisata Ijen Banyuwangi antara lain program pelatihan sertifikasi organik bagi para petani beras dan kopi," terangnya, Rabu (26/5).

Dia mengungkapkan, Banyuwangi merupakan kabupaten yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Bali, sehingga menjadikannya daerah perbatasan yang strategis. Kemudian, Taman Nasional Agrowisata Kawasan Ijen juga sudah terkenal dengan keindahan alamnya hingga menjadi tujuan wisata lokal maupun mancanegara.

Komoditas Pangan

Kawah Ijen menjadi perhatian utama Banyuwangi karena merupakan magnet wisata Banyuwangi.
Kawah Ijen menjadi perhatian utama Banyuwangi karena merupakan magnet wisata Banyuwangi.

Selain obyek pariwisata, kawasan ini pun memiliki produk beras dan kopi yang telah lama dibudidayakan oleh sebagian besar masyarakat, khususnya di lereng pegunungan Ijen Banyuwangi, wilayah Glagah (untuk komoditi padi) dan Kalipuro (untuk komoditi kopi).

Keunggulan lainnya adalah kedua komoditi ini telah dikelola dengan baik. Dengan begitu, melalui sinergi tersebut diyakini akan meningkatkan nilai dan daya saing produk lokal Banyuwangi.

"Program Jasa Konsultasi LPEI melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan ini akan melibatkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan berbagai pihak lainnya sebagai narasumber yang ahli dibidangnya dengan durasi selama tujuh bulan. Dan diharapkan di akhir tahun 2021 ini, KKBI sudah dapat melakukan ekspor perdana bagi komoditi beras dan kopi," imbuh Maqin.

Sementara itu, Asisten Pemkab bidang Perekonomian dan Pembangunan , Guntur Priambodo mengungkapkan, bahwa Pemkab Banyuwangi mendukung segala pihak yang dapat memajukan perekonomian khususnya Banyuwangi.

"Banyuwangi tengah bangkit dari situasi ekonomi yang ada saat ini. Khususnya ekspor, ditahun ini sudah ada beberapa sektor yang mampu melakukan ekspor perdana. Ekspor langsung juga sudah bisa dilakukan melalui Pelabuhan Banyuwangi, sehingga kita sangat dukung kerja sama KKIB, Souvantara dan LPEI agar komoditas kopi dan beras Banyuwangi dapat masuk ke Pasar Internasional," ucapnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel