LPEI harapkan "Kendal Goes Global" jadi rujukan pemda dorong ekspor

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 3 menit

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank meluncurkan Buku Kajian ’’Kendal Goes Global’’ yang merupakan hasil kajian Eximbank Institute (IEB Institute), dan mengharapkan buku tersebut dapat menjadi rujukan terutama bagi Pemerintah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dalam mendorong potensi ekspor.

Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompas mengatakan pembuatan buku itu mewujudkan sinergi antara pemerintah pusat dalam hal ini adalah LPEI dengan pemerintah daerah.

’"Sebagai special mission vehicles atau SMV Kementerian Keuangan, LPEI merespons upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menyiapkan tujuh kawasan industri yang salah satunya adalah Kabupaten Kendal. Kami berharap buku ini dapat menjadi rujukan bagi pelaku industri pengolahan ekspor di Kabupaten Kendal dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di LPEI," ujar James melalui keterangan di Jakarta, Rabu.

Baca juga: LPEI gandeng pemda kembangkan kapasitas pelaku UMKM

Selain berisi data ekspor dan produk unggulan Kendal, hasil kajian LPEI itu juga menunjukkan informasi lima negara tujuan utama ekspor Kabupaten Kendal pada 2020, yakni Amerika Serikat, Hong Kong, Filipina, India, dan Turki.

Secara umum, tren ekspor Kendal sepanjang 2020 ke negara tujuan utama kecuali Hong Kong, mengalami penurunan. Kendati demikian, lanjut James, terdapat sejumlah negara tujuan yang menunjukkan peningkatan nilai ekspor tertinggi pada 2020 selain Hong Kong yakni Kanada (naik 3,98 juta dolar AS), Taiwan (naik 2,24 juta dolar AS), Belgia (naik 1,47 juta dolar AS), Rusia (naik 1,11 juta dolar AS), dan Malaysia (naik 0,74 juta dolar AS).

Produk yang menunjukkan peningkatan ekspor pada 2020 umumnya adalah produk esensial yang mendukung aktivitas work from home atau sschool from home seperti peralatan listrik dan furnitur serta produk kayu pendukungnya.

Sementara itu, produk masker dari kain yang tercermin dalam golongan barang tekstil lainnya juga menunjukkan peningkatan ekspor yang signifikan.

’"Salah satu tujuan utama ekspor Kabupaten Kendal dengan peningkatan terbesar pada 2020 adalah Hong Kong dengan nilai ekspor mencapai 15,45 juta dolar AS, naik 13,56 persen (yoy) dari tahun 2019," kata James.

Baca juga: LPEI biayai PTDI ekspor pesawat CN-235 senilai Rp354 miliar

Sementara itu, tiga negara tujuan berikutnya yaitu Filipina (11,41 juta dolar AS), India (11,26 juta dolar AS), dan Turki (10,04 juta dolar AS) secara berurutan mencatatkan kontraksi di level minus 5,96 persen (yoy), minus 42,79 persen (yoy), dan minus 26,93 persen (yoy) pada 2020.

Selain meluncurkan Buku Kajian ’’Kendal Goes Global’’, LPEI juga memberikan rekomendasi terkait strategi menembus pasar-pasar ekspor, serta mengenalkan fasilitas yang dimiliki LPEI berupa fasilitas pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan kegiatan jasa konsultasi untuk para pelaku ekspor.

’"Kami meyakini dan berharap buku ini dapat menjadi rujukan dan panduan awal bagi pemangku kepentingan untuk mengembangkan kawasan industri pengolahan ekspor di Kabupaten Kendal serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia di LPEI,’" ujar James.

Dalam buku kajian itu disebutkan bahwa kontribusi ekspor nonmigas Kabupaten Kendal sepanjang 2020 mencapai 200,4 juta dolar AS atau 2,6 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Tengah.

Angka tersebut mengalami kontraksi hingga minus 10,78 persen year-on-year (yoy), lebih dalam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level minus 6,73 persen (yoy) karena turunnya ekspor ke sejumlah negara tujuan utama pada masa pandemi COVID-19.

Sejumlah produk ekspor asal Kabupaten Kendal sebenarnya termasuk kategori ’’Rising Star’’ atau memiliki daya saing tinggi dengan pertumbuhan permintaan yang terus meningkat.

Produk-produk tersebut di antaranya barang-barang dari kayu dan gabus, pakaian, benang tenun, kain, peralatan listrik dan produk perikanan. Akan tetapi, tren ekspor Kabupaten Kendal pada 2020 secara umum mengalami penurunan, terutama karena ekspor produk serat tekstil dan pakaian jadi yang permintaannya secara global memang mengalami penurunan.