LPI: Capres ideal Mahfud MD, terburuk Aburizal Bakrie

MERDEKA.COM. Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) melakukan analisis terkait siapa Calon Presiden (Capres) yang ideal untuk memimpin Indonesia di Pemilu 2014. Hasilnya nama Rizal Ramli, Mahfud MD dan Sutiyoso yang paling mendekati sosok ideal untuk diusung sebagai presiden.

Direktur LPI Boni Hargens mengatakan, penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan kriteria pemimpin berdasarkan 4 kategori, yakni, ideologi, rekam jejak, latar belakang dan kepribadian.

"Pemimpin harus menganut ideologi nasionalisme yang bersumber pada pancasila, pemimpin juga harus berprestasi, bersih dari korupsi dan tindak pidana lainnya," jelas Boni saat memaparkan hasil temuan LPI di Galeri Cafe Cikini, Jakarta, Kamis (9/5).

Boni menjelaskan, hasil analisis berdasarkan penilaian skor 1 dengan kategori, ideologi: nasionalis dan pancasilais, latar belakang: non konglomerat, rekam jejak: berprestasi, bebas korupsi, tidak melakukan pelanggaran HAM dan berdasarkan kepribadian akan mendapat skor 1 bila memenuhi klasifikasi: cerdas, tegas dan populis. Dengan pola penghitungan yang dilakukan secara sederhana yakni, freedom house.

LPI melakukan riset terhadap 11 nama tokoh yang dinilai kuat jika maju sebagai capres dalam pemilu 2014. Mereka adalah Aburizal Bakrie, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Wiranto, Sutiyoso, Rizal Ramli, Irman Guzman, Gita Wirjawan, Mahfud MD, Marzuki Alie dan Sri Mulyani.

Analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan pola penghitungan feedom house. Penilaian dikategorikan dalam 4 kriteria dalam asumsi LPI, yaitu, Ideologi (Nasionalis, Pancasilais), Latar Belakang (non Konglomerat), Rekam Jejak (prestasi, bebas korupsi, tidak terlibat dalam tindak kriminal atau kejahatan besar) dan Kepribadian (cerdas, tegas, populis) dengan skor 1 bagi setiap tokoh yang memenuhi kriteria.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.