LPPI prediksikan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 terkontraksi

Ahmad Wijaya

Direktur Utama Lembaga Perkembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Mirza Adityaswara memprediksikan pertumbuhan perekonomian Indonesia pada Kuartal II-2020 akan terkontraksi akibat adanya penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

Mirza mengatakan untuk realisasi pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I-2020 sudah jauh dari target padahal Januari hingga Februari masih dalam kondisi normal yaitu hanya 2,97 persen.

“Awalnya Kuratal I-2020 diperkirakan masih empat persen atau 4,2 persen tapi ternyata hanya 2,97 persen. Berarti Kuartal II-2020 bisa negatif karena tidak ada aktivitas sektor riil akibat PSBB,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.

Mirza merinci sektor perdagangan pada Kuartal I-2020 hanya tumbuh 1,6 persen padahal mempunyai porsi 14 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Perdagangan Kuartal I 1,6 persen padahal kontribusinya 14 persen dari PDB ini bisa saja negatif pada Kuartal II,” ujarnya.

Kemudian sektor industri dan konstruksi yang pada Kuartal I-2020 masing-masing tumbuh 2,06 persen dan 2,9 persen juga diperkirakan akan negatif pada Kuartal II-2020.

“Konstruksi hanya tumbuh 2,9 persen jadi pembangunan renovasi rumah terhenti sehingga Kuartal II-2029 kita lihat akan rendah dan negatif,” katanya.

Sementara itu pada Rabu (6/5), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya akan bergantung pada perluasan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah.

“Pembatasan sosial baru mulai berlaku Maret minggu kedua. Kita bayangkan April dan Mei ini PSBB dilakukan meluas maka konsumsi pasti akan drop jauh lebih besar,” katanya.

Sri Mulyani mengatakan jika kondisi pandemi COVID-19 masih berlanjut di triwulan II dan III maka diprediksikan perekonomian Indonesia akan masuk dalam skenario sangat berat yaitu minus 0,4 persen.

“Jika kuartal II dan III tidak mampu memperbaiki dan pandemi menimbulkan dampak lebih panjang di kuartal II dan III di mana PSBB belum ada pengurangan maka kita akan memasuki skenario sangat berat,” ujarnya.

Baca juga: LPPI nilai BI masih punya ruang turunkan suku bunga acuan 50 bps
Baca juga: Mirza Adityaswara dilantik jadi Dirut LPPI