LPS dorong penjamin simpanan global lawan perubahan iklim

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyelenggarakan seminar internasional bersama International Association of Deposit Insurers (IADI) untuk mendorong lembaga penjamin simpanan berbagai negara di dunia turut melawan perubahan iklim.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kesadaran terkait perubahan iklim yang menyebabkan bencana alam perlu terus disebarluaskan.

“Kami ingin menyerukan tindakan nyata untuk melawan perubahan iklim dan mendorong ekonomi yang lebih berkelanjutan dan hijau,” ujar Purbaya dalam Seminar Internasional LPS di Nusa Dua, Bali, Selasa.

Menurutnya Bank Dunia juga mencatat bahwa dampak perubahan iklim, yang meliputi banjir, kekeringan, pergeseran pola curah hujan, dan kenaikan suhu bumi, dapat membuat suatu negara mengalami kerugian senilai 2,5 hingga 7 persen dari PDB negara tersebut.

“Oleh karena itu, kita tidak bisa mengabaikan keadaan darurat iklim, dan adalah kewajiban kita untuk memimpin jalan melindungi Bumi kita demi mencegah krisis iklim yang lebih besar," katanya.

Menurutnya satu tindakan kecil yang dilakukan untuk mengantisipasi perubahan iklim akan membuat perbedaan besar.

"Kami percaya bahwa kita masih memiliki harapan untuk planet yang lebih baik terutama untuk generasi kita selanjutnya. Untuk itu, kita perlu segera mengambil tindakan bersama, khususnya para penjamin simpanan," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang menjadi salah satu pembicara utama dalam forum tersebut mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia membawa tantangan lain karena berdampak negatif terhadap lingkungan alam dan sosial, termasuk menghasilkan polusi, menciptakan deforestasi hutan, dan ketimpangan pendapatan.

“Indonesia juga sedang berjuang dengan krisis lain: perubahan iklim, yang berdampak parah pada lingkungan fisik, ekosistem, dan masyarakat manusia. Sebagai negara kepulauan terbesar dengan dataran rendah dan pulau-pulau kecil yang luas, Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap dampak negatif perubahan iklim,” kata Luhut.

Baca juga: Wapres: RI terus lakukan langkah konkret atasi krisis iklim
Baca juga: Inggris tawarkan pinjaman untuk negara rentan dampak perubahan iklim
Baca juga: Bank Dunia sediakan fasilitas bantuan untuk risiko bencana iklim