LPS dukung pariwisata Bali bantu revitalisasi Pura Sakenan

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendukung pariwisata Bali melalui pemberian bantuan untuk merevitalisasi Pura Sakenan dan Masjid Asy-Syuhada di Pulau Serangan, Bali.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kegiatan tanggung jawab sosial lembaga (Corporate Social Responsibility/CSR) ini akan terus bergulir dari tahun ke tahun.

"Intinya LPS akan selalu siap mendukung daya tarik pariwisata di Bali, apalagi Pura Sakenan ini dibangun sejak abad ke 10 dan Masjid Assyuhada ini sudah ada sejak abad 17, ini menunjukkan di Bali sudah ada toleransi beragama di sini, kawasan ini merupakan simbol yang baik bagi toleransi beragama bangsa kita,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis.

Adapun bantuan sosial LPS Peduli Bakti Bagi Negeri ini antara lain, bantuan sosial untuk Pura Sakenan berupa dukungan penataan area pelataran parkir pura, rehabilitasi bangunan aula wantilan, rehabilitasi bangunan perantenan (dapur), rehabilitasi bangunan Gedong, dan rehabilitasi fasilitas umum toilet Pura.

Baca juga: Menkeu tegaskan independensi BI, OJK, dan LPS terjaga dalam RUU PPSK

Kemudian, bantuan sosial untuk Masjid As-syuhada berupa dukungan penggantian plafon kubah utama, plafon kanopi, plafon luar, revitalisasi area Wudhu, area sholat, area pengajian, penggantian keramik granit dan pengecatan ulang seluruh area dinding dan pagar masjid.

“Sesudah direvitalisasi, jika saya melihat langsung, secara keseluruhan sudah lebih baik dari sebelumnya dan sudah lebih baik untuk dikunjungi oleh para wisatawan, walaupun di beberapa tempat masih perlu perhatian, seperti misalnya perluasan area parkir,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana yang turut hadir dalam kesempatan itu, sangat menyambut baik dan mengapresiasi inisiasi LPS dalam membantu revitalisasi yang dilakukan sebagai bagian pengembangan Desa Wisata Serangan ini.

“Kolaborasi sinergis antara seluruh pemangku kebijakan ini menjadi langkah strategi sebagai landasan pembangunan berkelanjutan di Kota Denpasar berdasarkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau menyama braya,” ujarnya.

Baca juga: Perbankan sehat, LPS belum likuidasi bank sepanjang tahun ini