LPS harap Hackathon munculkan inovasi tingkatkan kinerja perbankan

Direktur Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Lana Soelistianingsih berharap melalui kegiatan Finance and Health Hackathon 2022 akan muncul inovasi- inovasi digital yang dapat meningkatkan kinerja sektor perbankan di tanah air.

"Teman teman yang ikut dalam Hackathon ini bisa memberikan inovasinya, bagaimana bisa mendeteksi bank-bank yang mungkin akan mengalami masalah, bagaimana kekuatan sektor perbankan, sektor mana yang rapuh, itu perlu kita deteksi ke depan" ujar Lana dalam Kick-off Finance and Health Hackathon 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa.

Ia menyebut Hackathon adalah wadah dan kesempatan untuk mendorong akselerasi digital dan budaya konektivitas data pada sektor perbankan.

Untuk itu, ia berharap kegiatan ini dapat menghadirkan ide dan solusi baru yang dapat diaplikasikan untuk perbankan. Selain itu, kegiatan ini dapat menciptakan solusi efektif yang berbasis data untuk menguatkan sistem keuangan dan kesehatan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara inklusif.

Ia memastikan konektivitas data yang akurat akan sangat membantu kebutuhan LPS dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan dana nasabah yang tersimpan di perbankan.

Ia melanjutkan stabilitas sistem keuangan yang terjaga dan perbankan yang kuat akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan meningkat, sehingga mendorong mereka untuk menyimpang dananya di perbankan.

Baca juga: Wamenkeu harap Hackaton munculkan terobosan di kesehatan dan keuangan

Dengan adanya dana simpanan dari nasabah, perbankan dapat menggunakannya untuk menyalurkan kredit sehingga perekonomian nasional akan terus bergerak.

Menurut dia, pertumbuhan perbankan yang mendekati hampir 11 persen saat ini, menunjukkan adanya kepercayaan dari masyarakat dan pelaku usaha terhadap sektor perbankan. Lalu, maraknya perbankan digital membuat kebutuhan digitalisasi pada perbankan adalah suatu keharusan.

Lana mengatakan LPS bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia selama ini telah aktif menjaga stabilitas sistem keuangan dan perbankan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Ia menyebut kolaborasi KSSK dalam menjalankan stabilitas sistem keuangan akan terus dilakukan agar menjadi fondasi yang kuat untuk ekonomi lebih baik. Pihaknya optimistis Indonesia berada pada jalur pemulihan ekonomi yang benar di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi di tingkat global.

Finance and Health Hackathon 2022 ini adalah kegiatan kolaborasi dari berbagai pihak secara intensif untuk membuat kode produk, layanan, atau perangkat lunak baru dalam waktu yang singkat.

Kegiatan ini hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Sekretariat Satu Data Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Telkom Indonesia.

Baca juga: LPS : Tingkatkan literasi keuangan anak muda guna turunkan ketimpangan

Baca juga: LPS proyeksikan transaksi cash turun jadi 47 persen di 2025