LPS Pertahankan Bunga Penjaminan April-Mei 2013

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memandang tingkat bunga penjaminan periode 15 Maret hingga 14 Mei 2013 masih sejalan dengan kondisi perekonomian dan perbankan sehingga mempertahankannya untuk periode 15 April sampai 14 Mei 2013.

Direktur Penjaminan dan Manajemen Risiko LPS Salusra Satria dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Senin, menyebutkan tingkat suku bunga penjaminan di bank umum untuk simpanan dalam mata uang rupiah sebesar 5,5 persen dan dalam bentuk valuta asing (valas) sebesar 1,0 persen.

Suku bunga penjaminan atas simpanan masyarakat di bank perkreditan rakyat (BPR) juga tetap sebesar 8,0 persen.

LPS menilai kinerja perekonomian domestik yang meskipun berpotensi menghadapi risiko inflasi namun relatif masih dalam kondisi yang stabil, terlihat dari realisasi inflasi inti tahun ke tahun turun dari 4,29 persen (Februari 2013) ke level 4,21 persen (Maret 2013).

Realisasi inflasi inti ini masih berada pada rentang target Bank Indonesia (BI) sebesar 4,5 + 1,0 persen.

Selain itu, kondisi likuiditas perbankan masih cukup tinggi, terlihat dari posisi alat likuid perbankan yang dilihat dari tagihan bank umum kepada BI yaitu sebesar Rp764,46 triliun (23,84 persen terhadap total dana pihak ketiga) pada Februari 2013 berada di atas rata-rata selama selama tahun 2012 yaitu sebesar Rp750,29 triliun (25,37 persen terhadap dana pihak ketiga).

Di samping itu, suku bunga indikasi penawaran dalam transaksi pasar uang antara bank (PUAB) yaitu Jakarta Interbank Offered Rate (Jibor) Overnight satu minggu dan satu bulan stabil pada kisaran 4,18 persen sampai 4,60 persen pada akhir Maret 2013.

Pertimbangan lain LPS mempertahankan tingkat bunga penjaminan adalah biaya dana rata-rata tertimbang perbankan juga menunjukkan tren menurun dari 3,92 persen pada Januari 2013 menjadi 3,78 persen pada Februari 2013.


Sesuai ketentuan LPS, apabila tingkat bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga, maka simpanan tersebut menjadi tidak dijamin.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...