LPSK Duga Putri Candrawathi Pakai Piyama Perkuat Skenario Korban Pelecehan Duren Tiga

Merdeka.com - Merdeka.com - Berdasarkan rekaman CCTV rumah pribadi Ferdy Sambo, di Jalan Saguling, Jakarta Selatan, Putri Candrawathi terlihat memakai piyama usai pulang rumah dinas di Kompleks Perumahan Polri, Duren Tiga. Tempat itu menjadi lokasi penembakan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Padahal dalam rekaman yang sama di waktu lebih awal, Putri masih terlihat memakai baju tangan panjang dan celana hitam. Baju yang sama juga masih dia pakai ketika meninggalkan rumahnya menuju rumah dinas.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), menduga Putri memang sengaja mempersiapkan baju piyama untuk menguatkan skenario awal. Yakni adanya pelecehan seksual terhadap PC oleh Brigadir di rumah dinas Duren Tiga.

"Iya (sudah disiapkan). Ya gini ajalah, pokoknya kami yakin bahwa itu bagian dari perencanaan. Untuk konstruksi bahwa terjadi kekerasan seksual di Duren Tiga," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu saat dihubungi merdeka.com, Senin (5/9).

Adegan Hilang Direkonstruksi

Bahkan, kata Edwin, informasi yang didapat pihaknya kancing bagian atas piyama dikenakan Putri dalam keadaan terbuka. Hal itu semata-mata untuk memperkuat rencana Ferdy Sambo agar publik meyakini terjadinya pelecehan.

"Kan termasuk kalau dilihat piyama itu kancingnya ada yang terbuka kan. Saat masuk (ke rumah), untuk memperkuat bahwa PC korban kekerasan seksual dari almarhum J," tuturnya.

Sayangnya, Edwin tidak melihat ada adegan yang sama dengan rekaman saat proses rekonstruksi digelar 30 Agustus kemarin.

"Saya, tidak memperhatikan itu. Tapi kalau dilihat dari urutan rekonstruksi, ibu PC yang kembali lagi ke rumah saguling dari Duren Tiga itu sepertinya tidak dijadikan alat bukti oleh penyidik," kata Edwin.

Dia juga menduga Putri telah mengetahui niat suaminya menghabisi nyawa Brigadir J di rumah dinas Duren Tiga. Meskipun belum tergambar jelas apa yang membuat Sambo emosi hingga siapa yang memberikan

"Jadi dia sudah tahu nasibnya J seperti apa. Keberangkatan Duren Tiga dari Saguling itu kan dalam rangka menjalankan rencana. Karena sudah membuat FS emosi, itu informasi keterangan dari mana yang membuat FS Emosi. Siapa yang menyampaikan informasi itu ke FS," jelas Edwin.

Penetapan Putri Tersangka

Sebelumnya, Polri telah menetapkan istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sebagai tersangka dalam pembunuhan berencana Brigadir J. Penetapan tersangka seusai penyidik menemukan rekaman CCTV yang sempat dikabarkan hilang.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, setidaknya sudah ada 52 orang diperiksa oleh Timsus dalam pembunuhan berencana Brigadir J. Bahkan, polisi berhasil menemukan CCTV yang menjadi kunci penetapan Putri Candrawathi sebagai tersangka.

"Alhamdulillah CCTV yang sangat vital menggambarkan situasi sebelum, sesaat dan setelah kejadian. Kami temukan dengan sejumlah tindakan penyidik dari hasil penyelidikan tersebut. Tadi malam sampai pagi sudah dilakukan sejumlah pemeriksaan tadi disampaikan bahwa ibu PC ditetapkan tersangka," jelas Andi Rian di Mabes Polri, Jumat (19/8).

Putri dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP. Pasal 340 mengatur pidana terkait pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun.

Dengan ditetapkan Putri sebagai tersangka, maka total ada lima tersangka pembunuhan Brigadir J. Empat tersangka lainnya, yakni Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan asisten rumah tangga Sambo Kuwat Maruf. [lia]