LPSK Periksa Bharada E Sejak Siang hingga Sore Ini

Merdeka.com - Merdeka.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tengah melangsungkan pemeriksaan psikologi terhadap Bharada E sebagai pihak pemohon terkait kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir J. Demikian dibenarkan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu.

"Kalau Bharada E sedang berlangsung," kata Edwin saat dikonfirmasi merdeka.com Jumat (29/8).

Edwin mengatakan jika pemeriksaan ini sebagai tindak lanjut dari pemeriksaan yang seharusnya dijadwalkan pada Rabu (27/7) lalu namun batal. Sehingga pemeriksaan dilakukan hari ini, di tempat yang tak bisa diberitahukan.

"Iya, sedang berlangsung hari ini. Tempatnya tidak bisa kami sampaikan dulu," tuturnya.

Edwin hanya mengatakan jika pemeriksaan psikologi ini telah berlangsung sejak 13.30 Wib siang tadi dan masih berlangsung sampai sore ini. Apabila proses pemeriksaan psikologi telah selesai, Bharada E akan kembali jalani pemeriksaan lainnya.

"Ya kita akan dalami beberapa hal lain, menyangkut Opini, menyangkut soal ancaman dan segala macam. Iya gitu, termasuk kami komparasi dengan status hukum yang dia jalani," ucapnya.

Diketahui jika dalam memberikan perlindungan, pihak LPSK harus terlebih dulu melakukan pemeriksaan psikologis dan tahapan lainnya guna mendapat keterangan lebih detail soal konstruksi peristiwa yang terjadi.

Bahwa langkah itu bakal menjadi penilaian LPSK untuk memberikan perlindungan kepada yang bersangkutan. Alhasil, kehadiran Bharada E sangat penting apabila ingin mengajukan permohonan

Layangkan Surat Permohonan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengabarkan telah menerima permohonan pengajuan perlindungan yang diajukan istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dan Bharada E berkaitan kasus dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J, berujung baku tembak.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan surat permohonan itu telah dilayangkan sekitar sepekan sejak insiden baku tembak itu terjadi pada Jumat (8/7) lalu.

"Kapan nya itu tanggal 14 (Kamis) kemarin, pengajuannya. Memang itu kan sejak hari Selasa (12/7) kami sudah proaktif ya. Hari Senin (11/7) pertama beritanya muncul," kata Edwin, Sabtu (16/7).

Edwin mengatakan bahwa sebelum surat permohonan diajukan, pihaknya sudah lebih dahulu koordinasi dengan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto termasuk dengan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

"Hari Selasa kami sudah proaktif koordinasi dengan Kapolres Jakarta Selatan. Hari rabu, kami koordinasi bertemu juga dengan pak Kadiv Propam Ferdy Sambo gitu," sebutnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel