LPSK Usul Bharada E Pakai Pemeran Pengganti di Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengusulkan kepada penyidik Bareskrim Polri agar Richard Eliezer alias Bharada E tidak bertemu langsung dengan Irjen Ferdy Sambo dalam rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Brigadir J atau Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Rekonstruksi pembunuhan Brigadir J akan digelar Selasa (30/8) besok.

"LPSK akan koordinasikan dengan penyidik supaya tidak bertemu FS, demi kepentingan E dan kepentingan proses hukum," kata Wakil Ketua LPSK, Maneger Nasution kepada wartawan, Senin (29/8).

Dia menyarankan agar Bharada E menggunakan pemeran pengganti bila harus tetap mengikuti rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.

"Salah satu cara yang bisa dipertimbangkan dalam proses rekonstruksi itu adalah dengan adanya pemeran pengganti E. Ini akan dikoordinasikan dengan penyidik," ucapnya.

Ferdy Sambo Hadir saat Rekonstruksi

Polri bakal melakukan rekonstruksi pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Selasa, (30/8). Seluruh tersangka berjumlah lima orang akan dihadirkan pada gelar rekonstruksi tersebut.

Lima tersangka dalam kasus ini adalah Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan asisten rumah tangga Sambo Kuat Maruf.

"Dengan menghadirkan seluruh tersangka lima orang, yang sudah ditetapkan tersangka terkait kasus 340 subsider, 338 KUHP, jo 55 dan 56 KUHP," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo.

Dia mengatakan, rekonstruksi dibutuhkan untuk memperjelas konstruksi peristiwa insiden berdarah pada awal Juli 2022 lalu. "Dari Dirtipidum menyampaikan untuk memperjelas konstruksi hukum dan peristiwa yang terjadi," jelasnya.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Reporter: Liputan6.com. [tin]