LRT Jabodebek Jadi Cotoh Proyek KPBU Paling Sukses

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menegaskan, bahwa anggaran pembiayaan untuk pembangunan LRT Jabodebek tidak sepenuhnya menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk menutupi besarnya biaya tersebut, pemerintah membangun skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Diketahui, LRT Jabodebek tahap 1, dengan struktur melayang sepanjang 44,43 km menelan biaya pembangunannya mencapai Rp22,8 triliun atau sebesar Rp513,8 miliar per km. Sedangkan LRT Jakarta pada struktur layangnya sepanjang 5.8 km total pembangunannya mencapai Rp5,9 triliun atau sebesar Rp1,02 triliun per km.

"Kebaikan yang lain adalah tidak semua ini merupakan uang pemerintah," kata dia usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau LRT di TMII, Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Menhub Budi mengatakan, bahwa PT KAI hanya mendapatkan anggaran Rp7,6 triliun. Sisanya merupakan uang berbentuk pinjaman dan skema KPBU mencapai Rp20 triliun.

"Nah skema KPBU ini menjadi suatu bentuk skema yang menjadi model di berbagai kota yang lain," jelasnya.

Pembangunan LRT ini bisa terwujud berkat konsorsium dari PT KAI, Adhikarya, LEN dan PT INKA, sehingga bisa membangun produk LRT ini menjadi suatu kenyataan dengan kualitas yang tidak kalah dengan negara-negara yang lain.

Diketahui pembangunan LRT Jabodebek tahap 1 terdiri dari beberapa lintasan. Rinciannya, pertama, lintas pelayanan rute Cawang-Cibubur sepanjang 14,8 kilometer yang saat ini pembangunannya mencapai 93,8 persen. Kedua, lintas pelayanan rute Cawang-Dukuh Atas sepanjang 11 kilometer, yang saat ini mencapai 84,3 persen. Dan, ketiga, lintas pelayanan rute Cawang-Bekasi Timur sepanjang 18,4 kilometer, yang saat ini mencapai 90,9 persen.

Dwi Aditya Putra

Merdeka.com

Pesan Jokowi ke Menhub: Transportasi Massal Harus Konsisten Dilakukan

Menhub Budi Karya meniinjau proyek LRT di Dukuh Atas Jakarta. (Istimewa)
Menhub Budi Karya meniinjau proyek LRT di Dukuh Atas Jakarta. (Istimewa)

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengaku telah mendapatkan tugas khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya adalah mendorong alat transportasi massal di Indonesia secara berkelanjutan atau konsisten.

"Pak Presiden mengarahkan tadi bahwa upaya-upaya dari satu transportasi massal harus konsisten dilakukan," kata Menhub Budi saat mendampingi Presiden Jokowi kunjungan di LRT, TMII, Jakarta, Rabu (9/6).

Tak hanya itu, dirinya juga diminta untuk mengupayakan dan memperdayakan potensi angkutan bangsa. Kemudian juga diminta untuk mengintegrasikan antarmoda antara kereta api dengan kereta-kereta yang lain seperti MRT, LRT atau angkutan lain yang lebih baik.

"Yang keempat, upayakan pemerintah memberikan stimulasi dan swasta diperankan," kata dia.

Menhub Budi melanjutkan, untuk saat ini pemerintah dalam membangun LRT melibatkan peran PT Kereta Api Indonesia (Persero). Namun, tidak menutup kemungkinan ke depan melibatkan perusahaan lain atau swasta.

"Oleh karena itu, di era sekarang ini kita memberikan kesempatan kepada swasta untum berperan dan bisa turut serta dalam pembangunan nasional," jelasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel