LRT Jabodebek Pasang Jembatan Panjang Terakhir di Dukuh Atas

Dusep Malik
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jembatan bentang panjang atau long span terakhir proyek kereta api ringan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (LRT Jabodebek) akhirnya tersambung hari ini di Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Entus Asnawi Mukhson dalam Seremonial Penyambungan Jembatan Bentang Panjang Dukuh Atas dan Penyerahan Rekor Muri U-Shaped Girder sangat bersyukur atas rampungnya tahap tersebut.

"Alhamdulillah, seluruh pekerjaan konkret di atas untuk LRT Jabodebek tahap I ini sudah kita selesaikan. Alhamdulillah pula sesuai dengan rencana waktu yang telah ditetapkan," ujar Entus dalam sambutannya, pada Rabu 11 November 2020.

Entus menuturkan jembatan bentang panjang terakhir yang dipasang sepanjang 218 meter itu dipasang di Stasiun Dukuh Atas, Kuningan, Jakarta Selatan, dan dibangun di atas parkiran bawah tanah.

Diakuinya, pembangunan di atas parkiran bawah tanah itu menjadi tantangan bagi tim pelaksana karena struktur yang dibangun harus tetap kokoh, namun tidak mengganggu bangunan yang ada.

Dengan penyambungan bentang panjang terakhir itu, maka seluruh trase LRT Jabodebek tahap I sepanjang 44 km yang menghubungkan Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas dan Cawang-Bekasi Timur, telah tersambung secara keseluruhan.

Selain pengecoran terakhir, Adhi Karya memecahkan tiga rekor dari Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk produksi U-shaped girder pertama untuk jalur kereta; pembangunan jalur kereta dengan struktur U-shaped girder terpanjang; serta seri pengiriman terberat U-shaped girder untuk sistem jalur kereta tanpa kecelakaan.

"Pemanfaatan U-shaped girder ini di Indonesia untuk pertama kalinya di proyek ini dan diresmikan Pak Jokowi pada 2016 di Cibubur, Jawa Barat, untuk proyek ini," jelas Entus.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang turut hadir secara virtual mengapresiasi penyambungan bentang panjang terakhir yang menandakan rampungnya proyek transportasi massal itu.

"Pengecoran terakhir ini menandai rampungnya kegiatan konstruksi tahap pertama sepanjang 44 km yang terbagi tiga lintasan yakni Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur," katanya.

Budi juga mengapresiasi diraihnya rekor Muri atas capaian penggunaan teknologi yang digunakan kontraktor pelat merah itu.

Ia berharap capaian tersebut bisa jadi contoh bagi pembangun lain untuk selalu mengedepankan inovasi dalam pengerjaan proyek infrastruktur. (ant)