LRT Jakarta dan Pemda DKI diminta peran aktif hapus kekerasan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga meminta PT LRT Jakarta sebagai penyedia layanan transportasi umum dan Pemerintah DKI Jakarta ikut berkontribusi secara aktif dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Ini menjadi gambaran keseriusan Pemerintah DKI Jakarta serta PT LRT Jakarta untuk berkontribusi dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan aksi-aksi nyata," ujar Bintang Puspayoga dalam rilis kegiatan bertajuk "Perempuan Berdaya, Perempuan Berbudaya, Indonesia Maju" yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.

Acara tersebut digelar dalam rangka mendukung sosialisasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), peringatan Hari Sumpah Pemuda, dan menyambut Hari Ibu.

Menteri Bintang berharap kegiatan ini dapat menjadi kampanye yang efektif dalam menyuarakan sikap aktif untuk mendorong perempuan Indonesia menjadi agen pelopor dan pelapor guna terciptanya perempuan berdaya dan lingkungan yang bebas dari kekerasan pada perempuan dan anak.

Baca juga: KPPPA fasilitasi pemulihan korban pelecehan seksual suporter bola

Baca juga: MPR minta Kemen PPPA bentuk satgas cegah kekerasan perempuan dan anak

Kegiatan ini juga menjadi penggaung kebudayaan Indonesia ke dunia, salah satunya dengan membangun kecintaan pada wastra Indonesia.

Rangkaian kegiatan dimulai dari pameran UMKM yang telah berlangsung sejak Jumat (28/10) di Stasiun Velodrome, Jakarta Timur.

Agenda lainnya, yaitu penandatanganan "Komitmen Pelayanan Transportasi Ramah Perempuan dan Anak" oleh Direktur Utama PT LRT Jakarta Hendri Saputra.

Kemudian acara launching Call Center Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) LRT Jakarta oleh Menteri PPPA Bintang Puspayoga. Acara dilanjutkan dengan pemasangan badge untuk petugas Call Center Pos SAPA LRT Jakarta.

Baca juga: Kemen PPPA gandeng Pemkab Manggarai selesaikan masalah perempuan-anak

Baca juga: Kemen PPPA minta orang tua awasi anak bermedsos