LSI: 77,7 persen responden puas dengan kinerja demokrasi

Survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan pada 13 sampai 21 Agustus 2022 menunjukkan bahwa sebesar 77,7 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja demokrasi di Tanah Air hingga saat ini.

"Hampir 78 persen (atau tepatnya 77,7 persen) responden menyatakan bahwa kondisi pelaksanaan demokrasi kita cukup baik sejauh ini atau (merasa) cukup puas dengan pelaksanaan demokrasi,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat memaparkan hasil survei bertajuk “Kondisi Ekonomi dan Peta Politik Menjelang 2024”, sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Lembaga Survei Indonesia di Jakarta, Minggu.

Adapun 77,7 persen responden yang menyatakan puas terhadap kinerja demokrasi itu, lanjut Djayadi, terdiri atas 6,2 persen menyatakan sangat puas dan 71,5 persen menyatakan cukup puas.

Sementara sebesar 16,9 persen responden menyatakan kurang puas dan 1,9 persen lainnya menyatakan tidak puas terhadap kinerja demokrasi. Berikutnya, 3,6 persen responden mengaku tidak tahu atau tidak menjawab mengenai kepuasan mereka terhadap kinerja demokrasi di Tanah Air sejauh ini.

Dalam kesempatan sama, Djayadi menyampaikan mengenai beberapa masalah mendesak yang menurut para responden harus segera diselesaikan oleh pemimpin nasional dalam lima tahun ke depan, di antaranya pengendalian harga kebutuhan pokok, penciptaan lapangan pekerjaan, dan masalah pemberantasan kemiskinan serta korupsi.

“Jadi, memang permasalahan-permasalahan utama masyarakat kita masih terkait dengan persoalan ekonomi,” ucap dia.

Mengenai metodologi survei ini, Djayadi menjelaskan populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih ataupun mereka yang sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu, LSI melakukan penarikan sampel menggunakan metode penarikan acak bertingkat (multistage random sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 orang. Selanjutnya, responden yang terpilih itu diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang sudah dilatih.

Dengan penarikan acak bertingkat, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi atau batas kesalahan (margin of error) kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.