LSI: Indonesia Punya Banyak Figur Calon Presiden

Yogyakarta (ANTARA) - Indonesia sesungguhnya mempunyai banyak figur potensial untuk menjadi calon presiden 2014, kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Kuskridho Ambardi di Yogyakarta.

"Kita sebetulnya tidak sekering yang kita bayangkan, sebetulnya banyak figur-figur yang belum muncul dipermukaan," katanya usai menjadi pembicara dalam diskusi publik "Calon Presiden 2014; Upaya Peningkatan Kualitas Pilihan Pemilih" di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, figur-figur potensial akan dapat muncul dipermukaan apabila mereka memenuhi tiga dimensi kualifikasi yaitu kapabilitas, integritas dan akseptabilitas.

"Untuk masalah mereka mampu menanggapi persoalan spesifik republik, itu masalah nanti, yang penting tiga dimensi tersebut dipenuhi oleh oleh figur-figur potensial yang belum popular," katanya.

Meskipun, kata dia, bisa diprediksikan bahwa figur-figur yang mungkin banyak bermunculan sebagian besar belum tentu berasal dari unsur partai.

Persoalan berikutnya yang muncul, kata dia, adalah bergantung pada kesediaan figur untuk diajukan sebagai kandidat presiden.

"Semua tentunya bergantung kepada kesediaan mereka untuk dicalonkan, kalau mereka tidak bersedia ya tentunya tidak kita cantumkan sebagai calon-calon," ujarnya.

Rangkaian penelitian LSI selama 2012, kata dia, masih menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia belum memiliki calon nama presiden yang akan didukung.

Sesuai survei yang dilakukan kepada responden hingga Oktober 2012, dia menyebutkan, 65 persen tidak bisa menyebutkan nama calon presiden, sedangkan 35 persen mampu menyebutkan satu calon presiden.

Namun demikian mayoritas dari 35 persen tersebut, kata dia, lagi-lagi masih hanya menyebutkan nama-nama lima peringkat teratas yaitu Prabowo, Megawati, Jusuf Kalla, Aburizal Rizal Bakrie dan Surya Paloh.

Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada Ari Dwipayana mengatakan kurangnya informasi masyarakat tersebut disebabkan pendidikan politik bagi masyarakat yang kurang.

"Saat ini masyarakat memerlukan pendidikan politik dalam menyongsong pemilihan calon presiden 2014 mendatang," katanya.

Ari mengatakan peranan lembaga-lembaga survei sangat penting karena memuat informasi yang dapat dikonsumsi publik untuk menentukan kandidat pilihannya.

Menurut dia lembaga-lembaga survei yang ada saat ini seharusnya tidak hanya mensosialisasikan "rating" popularitas kandidat semata melainkan juga menyajikan kriteria-kriteria kandidat.


Di sisi lain, kata dia, para figur yang sebenarnya bersedia mengajukan diri sebagai calon presiden juga harus secara tegas mengakuinya kepada publik.

"Para figur-figur yang sebenarnya bersedia dicalonkan tersebut tidak perlu malu-malu lah untuk mengakuinya kepada publik karena pengakuan kesiapan itu bukan berarti kampanye duluan,"katanya.

Dengan demikian, kata dia, figur tersebut telah berupaya mempermudah masyarakat untuk mengidentifikasi informasi mengenai dirinya.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.