LSM: Kekayaan Laut Indonesia Hadapi Beragam Ancaman

  • Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNnews.com
    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNNEWS.COM - Serikat karyawan Bank BTN mengingatkan, Bank Mandiri miskin pengalaman dalam hal penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). …

  • Rizal Ramli Didaulat Orasi Tolak Akuisisi BTN

    Rizal Ramli Didaulat Orasi Tolak Akuisisi BTN

    Antara
    Rizal Ramli Didaulat Orasi Tolak Akuisisi BTN

    Jakarta (Antara) - Rencana Pemerintah mengalihkan saham PT Bank BTN Tbk kepada PT Bank Mandiri Tbk mendapat kritik dari mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli yang menyebutkan bahwa rencana tersebut merupakan akal-akalan segelintir pihak. "Tidak benar dan tidak ada alasan untuk mengalihkan saham BTN kepada Mandiri. Itu hanya skenario kepentingan sekelompok saja," kata Rizal Ramli, di Gedung Bank BTN, Harmoni, Jakarta, Minggu. Mantan Menko Perekonomian di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman …

  • Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Tempo
    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia pada Februari 2014 mencapai US$ 272,1 miliar atau sekitar Rp 3.106,9 triliun. Nilai utang luar negeri Indonesia membengkak 7,4 persen dibanding Februari 2013 dan lebih besar ketimbang pertumbuhan pada Januari 2014 yang mencapai 7,2 persen. (Baca: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 3.106,9 Triliun). …

Jakarta (Antara) - LSM Greenpeace Indonesia menyatakan kekayaan laut Indonesia menghadapi beragam ancaman yang dapat mengakibatkan menurunnya stok ikan di perairan Indonesia.

"Stok ikan Indonesia menurun karena degradasi ekosistem dan penangkapan ikan berlebih," kata Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia, Arifsyah Nasution, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu. Menurut dia, beragam ancaman bagi laut Indonesia antara lain adalah penangkapan ikan yang merusak, perubahan iklim, pembangunan pesisir serta pertambangan.

Ia mencontohkan, operasi salah satu perusahaan pertambangan multinasional di Papua dapat membuang lebih dari 200.000 ton tailing per hari ke sungai dan laut. "Hingga 2006 diperkirakan perusahaan ini sudah membuang lebih dari tiga miliar ton tailing," katanya.

Greenpeace telah menyoroti ancaman-ancaman itu dalam laporan berjudul "Laut Indonesia Dalam Krisis" tentang ekosistem laut Indonesia dirusak oleh limbah, sedimentasi, kegiatan penangkapan ikan ilegal dan merusak, pertambangan, serta perubahan iklim. "Greenpeace meluncurkan kampanye laut di Indonesia untuk mempertahankan kekayaan laut Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan, kampanye itu merupakan hal yang penting guna mempertahankan kekayaan laut regional dan dunia. Apalagi, ujar dia, Indonesia juga merupakan negara produksi atau penghasil ikan terbesar ketiga di dunia setelah negara China dan Peru.

"Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia bisa memainkan peran penting memimpin inisiatif regional dan global menuju penggunaan sumberdaya laut yang bertanggung jawab dan lestari," katanya. Arifsyah menjabarkan bahwa visi Indonesia yang menjadi negara berdaulat, progresif, adil, dan makmur pada tahun 2025 juga harus mencakup visi masa depan laut Indonesia.

Visi itu, papar dia, harus menjadikan Indonesia bebas dari praktek penangkapan ikan ilegal dan merusak, serta terlindungi oleh masyarakat lokal yang telah dibekali manajemen lestari sumber daya laut. "Visi ini bisa diraih jika pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia bekerja bersama-sama," pungkas Arifsyah.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...