LSM Tolak Koruptor Dipindah ke Sukamiskin  

TEMPO.CO, Banyuwangi - Dua aktivis LSM antikorupsi dari Gerakan Rakyat Anti-Korupsi menghadang mobil Lembaga Pemasyarakatan (LP) Banyuwangi yang membawa dua narapidana korupsi ke LP Sukamiskin. Mereka menolak dua koruptor dipindahkan ke Sukamiskin. Sempat terjadi dorong-mendorong antara penghadang dan belasan polisi yang berjaga.

Kedua narapidana itu adalah Masduki Suud, mantan Sekretaris Kabupaten Banyuwangi, dan Muhammad Effendi, mantan Kepala Desa Pengantigan. Keduanya diberangkatkan Senin siang, 14 Januari 2013. Masduki divonis penjara 10 tahun dalam kasus pengadaan galangan kapal dan jabatan fiktif PNS. Muhammad dijatuhi hukuman 14 tahun penjara dalam kasus penggelembungan harga tanah Bandara Banyuwangi.

Dua aktivis berpakaian hitam-hijau berdiri di depan gerbang LP setelah mereka mendapat informasi kedua narapidana korupsi, Masduki dan Muhammad, akan diberangkatkan. Sekitar pukul 13.00 WIB, mobil Innova putih milik LP keluar dari gerbang. "Stop, stop jangan dibawa," kata Sulaiman Sabang, Ketua Gerakan Anti-Korupsi.

Belasan polisi yang berjaga langsung menghalau keduanya, namun dilawan oleh kedua aktivis. Aksi dorong-mendorong tak terhindarkan. Mobil LP akhirnya bisa lolos setelah polisi menghalau kedua aktivis itu.

Menurut Sulaiman Sabang, dia menolak kedua narapidana dipindahkan ke Sukamiskin. Menurut dia, narapidana punya hak untuk memilih LP yang dekat dengan keluarganya. Saat disinggung perihal sikapnya yang justru bertolak belakang dengan misi lembaganya, Sulaiman membantah. "Saya tidak bela koruptor, tapi ini masalah kemanusiaan," kata dia.

Sebelum menghadang mobil LP, kedua aktivis itu telah bertemu Kepala LP Banyuwangi, Krismono, sejak pukul 09.00. Namun permintaan mereka menunda pemindahan ditolak. Krismono mengatakan, pemindahan kedua narapidana itu merupakan instruksi dari Kementerian Hukum dan HAM. "Sebagai aktivis antikorupsi, seharusnya Anda mendukung program ini," kata dia.

IKA NINGTYAS

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.