Luar Biasa, Begini Cara Satgas TNI Garuda Jalankan Puasa di Kongo

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Berkumpul bersama keluarga di bulan suci Ramadan merupakan impian hampir seluruh umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Hal itu sudah barang tentu diinginkan juga oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Tapi sebagai seorang prajurit TNI, impian itu sepertinya tidak dapat terwujud karena alasan tugas operasi yang telah diamanatkan oleh negara kepada setiap prajurit andalan TNI.

Seperti halnya yang dirasakan oleh prajurit TNI yang saat ini tengah menjalankan tugas negara menjaga dan menciptakan perdamaian dunia di Kongo.

Prajurit Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-C Batalyon Gerak Cepat (BGC) / MONUSCO (Mission de I’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) itu ternyata memiliki cara tersendiri untuk menjalankan ibadah puasa ramadan di lokasi yang jauh dari keluarga.

Meski jauh dari keluarga dan kampung halaman, serta di tengah keterbatasan, ternyata para prajurit TNI yang bertugas sebagai Satgas Garuda di Kongo itu tetap menghidupkan suasana ramadan di tempat tugas operasi mereka.

Dilansir VIVA Militer dari keterangan resmi Puspeninter TNI, Selasa, 4 April 2021, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Konga XXXIX-C BGC/MONUSCO, Kolonel Inf Sandi Kamidianto ternyata memiliki program untuk merekatkan frekuensi antara prajurit TNI Satgas Konga dengan Allah SWT.

Mereka menggelar acara peringatan malam Nuzulul Qur'an di di Masjid Al-Jihad yang berlokasi di Markas Komando Satgas Garuda, Walungu, Republik Demokratik Kongo. Acara yang diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an, salat berjamaah, tausiah agama, serta buka puasa bersama itu diharapkan menjadi salah satu media untuk meningkatkan soliditas sesama prajurit TNI yang bertugas di medan operasi nan jauh dari keluarga dan tanah kelahiran mereka.

"Kita tidak boleh lupa dan harus selalu mengingat Allah SWT, karena setiap gerak langkah kita dan keberhasilan Satgas ini tidak lepas dari campur tangan Allah SWT," kata Dansatgas Garuda, Kolonel Inf Sandi Kamidianto kepada para prajurit Satgas TNI Kontingen Garuda.

Meski ramadan tahun ini para prajurit tidak dapat berkumpul dengan keluarga, Dansatgas juga berpesan kepada seluruh prajurit Satgas Garuda agar tetap semangat dalam meningkatkan amal ibadah di bulan ramadan ini, selain berpuasa dan sholat dianjurkan untuk rajin membaca al-Qur'an. Dia berharap para prajurit dapat lebih mendalami serta memahami isi al-Qur’an di moment ramadan tahun ini.

Selain itu, para prajurit Satgas TNI Kontingen Garuda juga mendengarkan ceramah agama tentang sejarah Nuzulul Qur'an yang disampaikan oleh oleh Lettu Inf Abdul Aziz Siregar. Lettu Inf Abdul Aziz menyampaikan, al-Qur’an harus menjadi tuntunan hidup terutama bagi prajurit maupun keluarganya.

"Turunnya Al-Qur'an sebagai salah satu mukzijat penting Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada malam ke-17 di bulan Ramadan," kata Lettu Inf Abdul Aziz.

Usai mendengarkan sambutan Dansatgas dan ceramah agama, para prajurit andalan TNI itu juga menggelar buka puasa bersama. Keharmonisan prajurit TNI yang bertugas jauh dari keluarga itu pun terlihat sangat jelas. Meski jauh dari keluarga dekat, selama menjalankan tugas operasi keluarga terdekat mereka saat ini adalah sesama prajurit TNI yang sama-sama bertugas untuk menjaga perdamaian dunia di Kongo.

Baca: Asops Panglima TNI Tegaskan Pasukan Setan Siap Diterjunkan ke Papua