Luar Biasa, Pengguna Aplikasi BRI Online BRImo Naik 660 Persen di 2020

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan transaksi perbankan secara online di Indonesia cenderung meningkat selama pandemi Covid-19. Hal tersebut terbukti dengan penggunaan layanan mobile banking BRI atau BRImo. Masyarakat lebih menyukai transaksi online untuk menghindari penularan virus Covid-19.

"Khusus BRImo atau mobile apps BRI, ini peningkatannya justru sangat signifikan 660 persen dari tahun sebelumnya. Ini fakta yang ada di masyarakat. jadi masyarakat sekarang cenderung serba digital," ujar Vice President Digital Banking Development and Operation Division Bank Rakyat Indonesia Kholis Amhar, dalam diskusi online, Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Kholis melanjutkan, selama pandemi transaksi nasabah BRI memang berubah dari konvensional menuju digital. Khusus internet banking naik sebanyak 132 persen sementara di sisi ATM cenderung landai.

"Dari sisi transaksi yang terjadi di kami, di BRI terjadi shifting transaksi ke digital. Contohnya internet banking itu peningkatan transaksinya naik dipicu oleh pandemi Covid-19 itu naik 132 persen. Sementara disisi ATM cenderung landai. Ini menunjukkan adanya shifting di masayarakat dalam bertransaksi," jelasnya.

Penggunaan internet yang semakin marak, mendorong BRI juga turut mengkampanyekan pengurangan ketergantungan masyarakat terhadap fintech ilegal. Di mana, bank pelat merah ini mengajak masyarakat terlibat menjadi agen BRI.

"Untuk menghindari masyarakat mengakses layanan fintech ilegal kami memaksimalkan keberadaan agen Brilink. Masyarakat yang jadi agen. Kalau dari pertumbuhannya sangat bagus dari sistem agen 2019 ke 2020 naik 19,4 persen," katanya.

Keberasaan agen Brilink juga membuat fee base income perusahaan melonjak. "Kemudian dari fee base income juga meningkat signifikan 47 persen, dari agen layanan Brilink. Ini memberikan keuntungan bagi masyarakat dan perusahaan," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

BRI Pakai Open API Ayoconnect untuk Fitur Pembayaran Tagihan di Aplikasi BRImo

Aman di masa pandemi bersama BRImo/Instagram @brikualakapuas.
Aman di masa pandemi bersama BRImo/Instagram @brikualakapuas.

Sebelumnya, Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2020 melaporkan bahwa penetrasi internet penduduk Indonesia telah mencapai 73,7 persen populasi.

Menurut survei tersebut, mayoritas pengguna internet Indonesia menghabiskan lebih dari delapan jam setiap hari dalam kondisi terhubung ke internet.

Lebih lanjut, survei Litbang Kompas pada tahun yang sama menunjukkan bahwa menonton film di internet serta berlangganan TV berbayar menjadi alternatif hiburan paling diminati di tengah pandemi Covid-19.

Oleh sebab itu, tak berlebihan untuk menyebut layanan internet dan hiburan telah menjadi suatu kebutuhan bagi sebagian besar populasi kelas menengah di Indonesia.

BRI, guna memudahkan nasabah dalam mengakses koneksi internet dan layanan TV berbayar, menjalin kemitraan dengan Ayoconnect meluncurkan fitur pembayaran tagihan di aplikasi BRImo.

Vice President Retail Payment Division BRI, Danang Wedhasmara, menuturkan perusahaan selalu berupaya meningkatkan pengalaman bertransaksi sehari-hari yang memudahkan seluruh nasabah.

"Fitur ini akan melayani sepuluh juta pengguna BRImo untuk membayar tagihan TV kabel dan layanan internet berlangganan dengan lebih mudah dan cepat melalui telepon genggam," ujar Danang.

Open API

Menyusul fitur pembayaran tagihan TV kabel dan langganan internet, Danang mengatakan BRImo juga akan segera merilis pembayaran tagihan layanan streaming, voucher gim, serta produk virtual lainnya dalam waktu dekat.

Di balik fitur-fitur itu BRI menggunakan teknologi open API dari Ayoconnect guna menghubungkan penyedia tagihan dengan platform yang konsumen gunakan.

Pada tahap ini, BRI akan terlebih dahulu memfasilitasi pelanggan Indosat GIG dan MyRepublic untuk memanfaatkan fitur tersebut. Kategori produk dan penyedia tagihan lainnya akan segera bergabung dalam waktu dekat.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: