Luhut ajak negara G20 bangun ekonomi biru dan hijau demi masa depan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengajak negara anggota G20 ikut membangun ekonomi biru dan hijau demi masa depan dunia.

"Kami mengajak seluruh negara untuk membangun prototipe ekonomi biru dan ekonomi hijau untuk masa depan bumi ini," katanya saat menghadiri Gala Dinner G20 Climate Minister’s Meeting di Belitung, Rabu (7/9) malam.

Ia pun mengajak peran negara G20 untuk berdiskusi terkait peta jalan (roadmap) G20 untuk negara berkembang dalam forum tersebut.

"Selama dua hari ke depan akan terjadi banyak diskusi terkait roadmap G20 untuk pembangunan negara berkembang, prinsip G20 dalam meningkatkan keuangan negara berkembang, serta visi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," tambahnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Keberlanjutan serta masa depan bumi, menurut Luhut, tergantung dengan komitmen dan aksi setiap negara dalam menjaganya.

"Para pembuat kebijakan G20 yang hadir pada malam ini, tugas kita bersama adalah untuk membuat dunia ini menjadi lebih baik untuk generasi kita mendatang," tegasnya.

Luhut mengatakan pemerintah Indonesia telah membentuk Global Blended Finance Alliance sebagai wadah untuk mendorong percepatan investasi guna menghadapi tantangan untuk mengatur keuangan untuk perbaikan iklim dan target pembangunan berkelanjutan.

"Saya mengapresiasi peran serta anggota G20 menyampaikan pendapatnya dalam inisiatif ini. Saya juga turut senang karena India berkomitmen untuk membawa isu ini pada G20 mendatang dan Brasil pada tahun berikutnya," ujarnya.

Upaya tersebut, menurut Luhut, dapat membantu meningkatkan efektivitas dalam memberikan inovasi dan pengaturan keuangan, utamanya bagi negara berkembang dan negara kurang berkembang.

Saat ini pengetahuan serta teknologi juga sangat dibutuhkan untuk memenuhi pembangunan berkelanjutan di masa depan.

"Kerja sama dan kolaborasi yang kuat antara setiap negara anggota G20 akan meningkatkan pencapaian target kita bersama. Saya percaya kita bisa pulih bersama, pulih lebih kuat, untuk lingkungan yang berkelanjutan," ujar Luhut.

Baca juga: KLHK: Anggota G20 berkomitmen perkuat adaptasi perubahan iklim

Baca juga: Denmark nilai Indonesia bisa jadi pemimpin energi hijau Asia Tenggara

Baca juga: Bappenas: RI ingin jadi pemain utama pembangunan ekonomi biru global