Luhut Akan Kaji Tes PCR untuk Syarat Perjalanan Jelang Libur Akhir Tahun

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan pemerintah akan mengkaji kembali aturan penggunaan tes PCR Covid-19 untuk syarat perjalanan. Hal ini guna menekan pergerakan masyarakat jelang libur Natal dan Tahun Baru.

Evaluasi ini sedang jadi fokus utama, untuk menahan mobilitas penduduk jelang akhir tahun. "Ini perlu kita perhatikan kita sedang evaluasi, apakah nanti penahanan mobilitas penduduk ini akan kita terapkan kembali pelaksanaan dari PCR sedang kami kaji," jelas Luhut dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (8/11/2021).

Hal ini juga berkaitan dengan Covid-19 varian Delta Plus AY.4.2 yang sudah terdeteksi masuk ke Malaysia sehingga pemerintah harus waspada akan masuknya ke Indonesia.

TERKAIT: Uni Emirat Arab akan Akui Sertifikat Vaksin COVID-19 dan Tes PCR Indonesia

TERKAIT: Pemerintah akan Tindak Tegas RS dan Lab COVID-19 Nakal Terkait Hasil PCR

TERKAIT: Masa Berlaku Tes PCR untuk Penumpang KA Jarak Jauh Diperpanjang Jadi 3x24 Jam

Pengkajian untuk cegah penyebaran Covid-19

Ilustrasi tes Swab, PCR. (Photo by Mufid Majnun on Unsplash)
Ilustrasi tes Swab, PCR. (Photo by Mufid Majnun on Unsplash)

Dikutip dari Liputan6.com, “Kita melihat perubahan perilaku dari pada Covid-19 ini yang sekarang juga ada indikasi ada delta plus yang ada di Malaysia. Semua kita cermati dengan baik dan itu juga berasal dari UK," ujar Luhut.

Dia menyampaikan bahwa kebijakan yang diambil di masa pandemi Covid-19 seperti operasi militer. Kebijakan yang diambil berdasarkan data yang ada di lapangan dan pertimbangan matang.

"Jadi jangan ada pikiran kemana-mana ini kok berubah rubah, tidak begitu," kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Cukup Sertakan Bukti Tes Swab Antigen

ilustrasi Mengenal Tes PCR untuk Menangani Covid-19/h_ko/shutterstock
ilustrasi Mengenal Tes PCR untuk Menangani Covid-19/h_ko/shutterstock

Sebelumnya, pemerintah memutuskan masyarakat yang hendak naik pesawat terbang di wilayah Jawa-Bali yang berstatus level 1,2, dan 3 cukup menyertakan bukti tes swab antigen.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 57 tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali. Aturan ini diteken Mendagri Tito Karnavian.

Dalam aturan itu, dijelaskan syarat-syarat pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda tranportasi pesawat terbang. Pertama, menunjukkan kartu vaksin Covid-19.

Kedua, pelaku perjalanan transportasi udara yang masuk atau keluar wilayah Jawa dan Bali yang telah divaksin dua dosis harus menunjukkan bukti swab antigen H-1 sebelum keberangkatan.

Sementara itu, pelaku perjalanan udara yang masuk atau keluar wilayah Jawa-Bali, namun baru divaksin dosis pertama wajib menunjukkan hasil tes swab PCR H-3 sebelum keberangkatan.

Bagi pelaku perjalanan moda transportasi udara antar wilayah Jawa dan Bali yang sudah divaksin Covid-19 sebanyak dua kali diminta menunjukkan hasil tes swab antigen H-1 sebelum keberangkatan.

Sedangkan untuk pelaku perjalanan antar wilayah Jawa-Bali yang baru divaksin satu kali, wajib menyertaman bukti hasil tes PCR H-3 sebelum keberangkatan.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel