Luhut dorong pembangunan Pulau Enggano percepat ekonomi Bengkulu

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong pembangunan infrastruktur pendukung di Pulau Enggano untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Bengkulu.

"Pembangunan Pulau Enggano ini perlu menjadi perhatian karena secara signifikan merupakan upaya pemerataan dan sekaligus percepatan pertumbuhan ekonomi di Bengkulu," kata Luhut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Provinsi Bengkulu, secara virtual, Rabu (14/4).

Pengembangan Pulau Enggano yang termasuk dalam Major Project Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2018.

Baca juga: Luhut tinjau Kereta Cepat Jakarta-Bandung,pastikan proyek rampung 2022

Luhut menekankan pentingnya pembangunan berbagai infrastruktur pendukung pariwisata serta dukungan pemerataan akses konektivitas serta jaringan internet.

Menurutnya, infrastruktur yang perlu menjadi perhatian antara lain pembangunan Jalan Lingkar Enggano, pengembangan bandara, Pelabuhan Kahyapu, dan Pelabuhan Melakoni untuk memenuhi permintaan kunjungan wisata dengan menyediakan sarana dan frekuensi transportasi yang layak dan dukungan konektivitas, jaringan internet dari 2G menjadi 4G, serta sarana dan prasarana air baku untuk mendukung koridor pemerataan.

Dalam rakor tersebut, Luhut juga memerintahkan berbagai pihak terkait agar melakukan studi komprehensif untuk seluruh pembangunan infrastruktur yang diusulkan dibangun di Provinsi Bengkulu.

"Kalau riset dilakukan dengan benar, kita akan efisien di seluruh lini," kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Selain mengenai pembangunan Pulau Enggano, dibahas pula sejumlah proyek infrastruktur Bengkulu yaitu Jalan Tol Bengkulu-Curup-Lubuk Linggau yang diharapkan menjadi penghubung bagi Tol Trans Sumatera yang terkoneksi dengan ruas Linggau-Muara Enim-Inderalaya.

Baca juga: Kepulauan Seribu gandeng swasta kembangkan potensi pariwisata

Proyek lainnya, yakni tentang sumber daya air (SDA) dan rekayasa pantai yang mencakup beberapa aspek penting, diantaranya Pelabuhan Perikanan (PP) Pasar Seluma, pengendalian banjir Kota Bengkulu, serta pengaman pantai.

Dalam rakor juga dibahas tentang pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Pulau Baai sebagai jalur logistik nasional, khususnya jalur pelayaran Sumatera. Selain itu juga dibahas pengembangan food estate (kawasan pertanian terpadu) dan shrimp estate (budi daya udang terpadu) yang dapat menjadi pusat sumber pangan di Bengkulu, juga Sumatera bagian Selatan.

Pembangunan shrimp estate juga mengacu pada data tahun 2019, produksi udang mencapai 10,7 ton dan akan dilakukan peninjauan lebih lanjut untuk dikembangkan potensinya.

Terakhir, topik yang dibahas di dalam rakor tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional Benteng (Bengkulu Tengah)-Kobema (Kota Bengkulu, Seluma) yang akan dibangun dengan kapasitas sebanyak 750 liter per detik akan selesai pada 2021.