Luhut "groundbreaking" pusat penelitian herbal-hortikultura Sumut

·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan peletakan batu pertama pembangunan (groundbreaking) Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Pollung, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Kamis.

"Kami menyambut baik inisiatif Institut Teknologi Del (IT Del) untuk membangun pusat penelitian herbal dan hortikultura di Sumatera Utara yang kemudian didukung oleh KLHK dengan memberikan ijin untuk mengelola kawasan hutan seluas kurang lebih 500 hektare," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Luhut juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya peletakan batu pertama pembangunan TSTH2.

"Telah banyak proses yang dilalui oleh KHDTK sampai dengan groundbreaking. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang telah memberikan izin pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) kepada IT Del, mengesahkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), dan kelak akan membina IT Del dalam mengelola KHDTK," tuturnya.

Selain itu Luhut juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian dalam bentuk pelaksanaan survei tanah dan air, Kementerian ATR/BPN yang telah memberikan pengesahan kesesuaian kegiatan pemanfaatan tata ruang, BRIN, LPPM ITB, serta IT Del, dalam penyusunan Design Engineering Detail (DED) dan juga dokumen analisis dampak lingkungan TSTH2.

Baca juga: Menko Luhut tinjau kesiapan pusat riset herbal di Humbang Hasundutan

Tak ketinggalan Luhut yang juga pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Del mengungkapkan penghargaannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan, serta Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan beserta rektor IT Del.

Luhut berharap TSTH2 akan mampu mendukung pelaksanaan food estate di tingkat nasional, menjadi pusat riset genomics di Indonesia yang bertaraf internasional, serta menjadi pusat riset obat herbal di Indonesia.

"Saya juga berharap TSTH2 ini akan menjadi laboratorium berstandar internasional, serta sesuai dengan prinsip bangunan ramah lingkungan sehingga dapat memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat," ujarnya.

Kawasan yang akan digunakan sebagai pusat riset untuk pertanian, pengembangan obat herbal, dan pusat genome riset ini menempati lahan seluas lebih kurang 30 hektare.

Lokasi TSTH2 di Pollung dipilih dengan pertimbangan kekayaan biodiversitas di Sumatera Utara yang sangat tinggi.

Posisi TSTH2 yang berdekatan dengan lokasi food estate Sumatera Utara menjadi keunggulan dalam implementasi hasil penelitian di bidang hortikultura.

Masyarakat sekitar kawasan Pollung yang mengembangkan perhutanan sosial berupa hutan kemenyan akan mendapat manfaat berupa ekstraksi kemenyan di TSTH2.

Baca juga: Bangun pusat riset herbal di Toba, Luhut gandeng dua kampus China

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel