Luhut Klaim Dampak Vaksinasi COVID-19 Akan Terlihat setelah Tiga Bulan

Mohammad Arief Hidayat, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan mengakui bahwa jumlah kasus COVID-19 yang kembali naik tinggi di Bali merupakan dampak libur panjang pada akhir 2020.

Karenanya, Luhut menginstruksikan pemerintah Bali untuk melakukan berbagai upaya dan berharap agar kondisi dan situasi Bali bisa segera kembali pulih.

"Karena di Bali ini kemarin data [COVID-19] naik tinggi sebagai dampak daripada libur panjang," kata Luhut dalam telekonferensi, Senin, 11 Januari 2021.

Baca: Apa Perbedaan Vaksin China Sinovac dan Sinopharm serta Merek Lain?

Luhut juga meminta agar pemerintah Bali kembali memperketat aspek pengawasan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 sekalian menggalakkan pemeriksaan swab/PCR atau rapid test antigen serta upaya karantina.

Luhut meyakini bahwa apabila berbagai upaya penanganan COVID-19 dikerjakan secara sungguh-sungguh di semua daerah di Indonesia, maka Indonesia akan bisa melokalisasi COVID-19.

"Sambil kita akan mulai nanti hari Rabu vaksinasi nasional, dan itu saya kira, secara tiga bulan akan kelihatan dampak yang cukup baik," katanya.

Maka dari itu, Luhut pun kembali menegaskan dan berharap bahwa apa pun acara yang diselenggarakan di masa pandemi COVID-19 harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab, menghadapi pandemi COVID-19 harus benar-benar total dan menjadikan pengalaman selama beberapa bulan lalu sebagai pelajaran untuk menghadapi masa depan.

"Kita lihat sekarang seluruh dunia betul-betul aware, dan second wave, atau mungkin malah ada yang third wave—itu sudah kejadian. Jepang saja sudah kena, Thailand sudah lockdown, Inggris tentu saja, dan beberapa tempat lain," ujarnya.