Luhut Klaim Tol Laut Sukses Turunkan Disparitas Harga Bahan Pokok

Daurina Lestari, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan adanya program pembangunan tol laut di era Presiden Joko Widodo terbukti berdampak pada penurunan disparitas (ketimpangan) harga kebutuhan pokok antara kawasan Indonesia barat dan timur.

“Hingga kini, program tol laut telah berdampak pada penurunan disparitas harga kebutuhan pokok antara kawasan barat dan timur Indonesia dengan variasi sebesar 14,1 persen dan 17,1 persen. Ini tentu akan berkembang ke depannya,” kata Luhut saat webinar pada Selasa, 29 Desember 2020.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur merupakan kunci pentingnya transformasi ekonomi nasional. Namun demikian, dengan adanya COVID-19 yang melanda dunia dan Indonesia membuat harus melakukan sedikit penyesuaian dan mungkin mengubah cara hidup ke depannya.

“Kita melakukan pembangun infrastruktur setidaknya dapat menurunkan biaya logistik, karena biaya angkut jauh akan lebih kompetitif dengan membangun infrastruktur yang memadai,” ujar Luhut.

Baca juga: Viral Antrean WNA di Bandara Soetta Tanpa Jaga Jarak

Salah satu contoh, kata mantan Kepala Staf Presiden RI itu, pembangunan infrastruktur adalah pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban yang operasionalnya sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Menurut dia, pelabuhan ini merupakan salah satu proyek strategis nasional.

“Diharapkan menjadi stimulator pengembangan di wilayah Subang, dan mengurangi traffic di Jakarta karena tidak semua lagi ke Pelabuhan Tanjun Priok. Kemudian, Pelabuhan Patimban dapat memangkas waktu tempuh distribusi dari kawasan industri ke pelabuhan, khususnya yang berada di sebelah wilayah timur Jakarta,” jelas dia.

Luhut mengungkapkan, sesuai arahan Presiden Jokowi, Pelabuhan Patimban akan disinergikan dengan Pelabuhan Priok dan rencana pelabuhan daerah Banten. Sehingga, dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya logistik nasional.

“Diharapkan akan meningkatkan juga potensi pembangunan 10 kawasan industri prioritas di sepanjang koridor utara Jawa,” kata mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan era mendiang Presiden Gus Dur itu.

Selain pembangunan Pelabuhan Patimban, Luhut menegaskan, pemerintah juga konsisten membangun pelayanan publik untuk menyediakan angkutan barang dari daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan melalui program tol laut.

“Dengan adanya kapal secara rutin dan terjadwal yang berlayar dari Indonesia barat ke timur, dan sebaliknya. Diharap dapat menjamin ketersediaan barang dan menurunkan disparitas harga bahan pokok bagi masyarakat di daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan,” katanya.

Selain itu, Luhut mengatakan kapal ini digunakan untuk tol laut, tapi juga dimanfaatkan muatan balik dalam menyalurkan produk daerah termasuk UMKM. Sehingga, UMKM di daerah itu bisa berkembang dengan ongkos yang lebih murah, dan menggerakkan perekonomian setempat.

“Ini bukan pekerjaan mudah sehingga kami melakukan stimulasi. Berkurangnya biaya logistik barang menyebabkan berkurangnya disparitas harga antara Indonesia bagian timur dan barat. Kita membangun juga beberapa macam industri lain di Indonesia timur untuk mengurangi pengiriman dari Pulau Jawa,” katanya. (ren)