Luhut minta TNI-Polri kompak jamin keamanan delegasi KTT G20

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan selaku Ketua Bidang Penyelenggara Acara Presidensi G20 Indonesia meminta agar TNI dan Polri kompak dalam menjamin keamanan serta keselamatan Kepala Negara dan delegasi KTT G20.

Saat meninjau Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Pengamanan VVIP KTT G20 2022 di Bali, Senin, Luhut menilai seluruh mekanisme dan pengamanan yang dijelaskan Panglima TNI dan Kapolri sudah baik dan solid.

“Saya menghimbau kepada semua prajurit gabungan TNI dan Polri bahwa kalian punya posisi yang sama, untuk itu harus saling koordinasi. Jangan ada arogansi, semua harus saling sharing dan back up satu sama lain untuk keselamatan semua terlebih lagi untuk keberhasilan jalannya acara,” katanya dikutip dari unggahan di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan yang dipantau di Jakarta, Senin.

Ia mengungkapkan, pasukan pengamanan adalah garda terdepan sekaligus salah satu kunci sukses berjalannya sebuah acara.

Demikian pula peran pasukan pengamanan VVIP tersebut yang tugasnya adalah menjamin keamanan dan keselamatan Kepala Negara dan delegasi KTT G20.

“Kalau kita terintegrasi, tidak ada yang bisa melawan kita,” ujar Luhut.

Sebelumnya, TNI mengerahkan sebanyak 14.351 personel untuk mengamankan puncak perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan berlangsung di Nusa Dua, Badung, Bali, pada 15-16 November 2022.

Sebanyak 14.351 personel prajurit TNI tersebut terdiri atas Mabes TNI sebanyak 1.063 orang, Paspampres 1.451 orang, TNI AD sebanyak 6.552 orang, TNI AL 2.474 orang, dan TNI AU 2.811 orang.

Sementara itu, Polri menyelenggarakan Operasi Puri Agung 2022 yang menyertai pengamanan KTT G20, mulai tanggal 8-17 November 2022. Operasi ini mencakup di tiga wilayah, yaitu Polda Bali, Polda Jatim, dan Polda NTB.

Dalam operasi tiga wilayah ini, Polri mengerahkan 9.700 personel dengan 3.669 personel di pasukan cadangan yang ada di markas komando Brimob dan 11 satuan Brimobda. Mereka merupakan pasukan yang memiliki kemampuan khusus dan teknologi modern yang terintegrasi dengan pusat komando atau command center.
Baca juga: Presiden berkunjung ke Bali tinjau kesiapan penyelenggaraan KTT G20
Baca juga: Panglima TNI cek persiapan alutsista pengamanan KTT G20
Baca juga: Airlangga sebut Presidensi G20 sumbang Rp7,4 triliun ke ekonomi RI