Luhut: Pelonggaran PPKM Buat Mobilitas Warga Naik Cukup Tinggi

·Bacaan 2 menit
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers tentang evaluasi PPKM.

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah melakukan berbagai pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di beberapa sektor publik, menyusul kasus Corona Covid-19 di Indonesia yang mulai melandai. Namun, pelonggaran aktivitas ini membuat mobilitas masyarakat melonjak cukup tinggi.

"Terkait relaksasi PPKM yang terus dilakukan oleh pemerintah berdampak kepada kenaikan mobilitas yang cukup tinggi hingga di atas baseline," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (8/11/2021).

Dia pun meminta masyarakat untuk mewaspadai kenaikan mobilitas sebab berpotensi meningkatkan lonjakan kasus Covid-19. Terlebih, ada beberapa kabupaten/kota di Jawa dan Bali yang tingkat vaksinasi Covid-19 belum mencapai target.

"Peningkatan ini harus diwaspadai, karena masih ada 34 persen kabupaten/kota di Jawa-Bali yang mobilitasnya cukup tinggi, namun tingkat vaksinasinya belum mencapai target," jelas Luhut.

Luhut menekankan bahwa disiplin protokol kesehatan menjadi kunci pelaksanaan relaksasi PPKM dilakukan di berbagai sektor. Hal ini agar kasus Covid-19 di Tanah Air tetap terkendali.

Namun, Luhut menerima laporan adanya pelanggaran di beberapa restoran dan yang ada di wilayah Bali. Beach Club dan Bar beroperasi tanpa pembatasan kapasitas, tidak ada physical distancing, dan tidak ada enforcement dari pihak pengelola untuk menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas.

"Tidak ada paksaan untuk scan QRCode Peduli Lindungi, sehingga angka tidak merepresentasikan kondisi lapangan," ujar dia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Penegakan Prokes di Bandung Masih Lemah

Tak hanya itu, Bar dan Klub Malam di Kota Bandung masih beroperasi di luar ketentuan yang ditetapkan. Misalnya, melebihi batas ketentuan jam operasional, melebih batas kapasitas maksimum, dan mengabaikan ketentuan pengisian Peduli Lindungi.

Mereka juga melakukan berbagai cara untuk mengelabui petugas. Mulai dari, mematikan lampu depan, memisahkan tempat parkir mobil dari lokasi hingga tidak memperbolehkan pengunjung untuk mengambil gambar.

Luhut menuturkan penegakan protokol Kesehatan di tempat wisata di Kota Bandung juga masih lemah. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan juga semakin berkurang.

"Untuk itu, saya meminta kepada Forkompimda setempat di wilayah tersebut dan wilayah lain juga agar memberikan tindakan tegas kepada segala bentuk pelanggaran yang ada dan tidak bermain-main dengan membiarkan hal semacam ini terjadi," tutur Luhut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel