Luhut: peringkat "layak investasi" RI indikasikan kepercayaan global

·Bacaan 1 menit

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menilai peringkat "layak investasi" atau investment grade sejumlah lembaga pemeringkat global kepada Indonesia mengindikasikan kepercayaan dunia atas kredibilitas Indonesia sebagai tujuan investasi.

Menurut Luhut, capaian Indonesia di tengah banyaknya negara yang justru mendapat penurunan (downgrade) peringkat cukup membanggakan.

"Rating Indonesia itu stabil di tengah krisis yang menyebabkan downgrade di banyak negara. Artinya, negara-negara luar itu masih melihat Indonesia sebagai negara yang kredibel untuk investasi," katanya dalam Indonesia Investment Forum (IIF) 2021 yang digelar KBRI London secara daring, Kamis.

Pada tahun ini, lembaga pemeringkat masih mempertahankan peringkat berikut prospek atas utang luar negeri Indonesia. S&P mempertahankan peringkat BBB dengan outlook negatif untuk sovereign credit rating Indonesia.

Sementara itu, Fitch belum melakukan perubahan atas peringkat BBB dengan outlook stabil bagi Indonesia dan Moody’s pun tidak mengubah peringkat Baa2 berikut prospek stabil untuk Indonesia.

Peringkat layak investasi atau investment grade dinilai dapat membuka jalan bagi masuknya aliran dana asing yang nantinya bisa menjadi tambahan sumber pendanaan baru untuk pembangunan ekonomi Indonesia.

"Kita lihat ada Fitch, S&P, Moody's, itu masih memberikan (predikat) stabil padahal mereka sudah men-downgrade banyak negara, misalnya Italia, Meksiko, Afrika Selatan, itu sudah downgrade oleh Fitch maupun S&P," imbuh Luhut.

Baca juga: Gubernur BI ungkap tiga alasan berinvestasi di Indonesia
Baca juga: Peneliti: Investasi sektor inovasi & teknologi bantu dongkrak ekonomi
Baca juga: Menko Luhut minta pemerintah daerah jaga iklim investasi