Luhut: RS Eksistensi IHC bakal bermanfaat hadapi ancaman mutasi COVID

·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berharap Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi Asrama Haji yang diresmikan Senin ini akan sangat bermanfaat untuk perawatan pasien COVID-19, juga untuk menghadapi ancaman mutasi baru virus tersebut di masa mendatang.

"Selamat dan saya yakin RS Ekstensi IHC yang dibangun ini akan sangat bermanfaat untuk perawatan pasien COVID-19 dan juga menghadapi ancaman bila terjadi mutasi-mutasi baru dari COVID-19," kata Menko Luhut yang hadir secara virtual dalam peresmian RSPJ Ekstensi Asrama Haji, Senin.

PT Pertamina Bina Medika IHC akan mengoperasikan Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi Asrama Haji yang dikelola oleh RS Pertamina Jaya, salah satu unit usaha PT Pertamina Bina Medika IHC sebagai RS rujukan COVID-19.

Turut hadir dalam acara peresmian Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Baca juga: Erick Thohir: BUMN bagian ekosistem pelayanan kesehatan terpadu Covid

Sebagaimana diumumkan WHO beberapa hari lalu, Menko Luhut mengatakan kemungkinan akan muncul varian baru COVID-19 dengan tingkat penularan yang lebih cepat dan infeksi yang lebih kuat.

"Nah kita masih menghadapi ancaman ke depan. (Jadi) kita tidak bisa habiskan waktu kita berdebat di sana sini, tapi yang penting kita bekerja untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk ke depan ini," kata Menko Luhut.

Ia mengapresiasi hasil kerja riil dari sinergi Kementerian BUMN dan Kementerian Kesehatan untuk mendukung penanganan COVID-19.

Untuk Wisma Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, yang dikelola Kementerian Kesehatan dan saat ini memiliki 900 tempat tidur. Sementara RSPJ Ekstensi Arafah Asrama Haji Pondok Gede memiliki 145 bed ICU dengan kelengkapan alat yang luar biasa.

Baca juga: Menkes minta daerah perbanyak testing untuk deteksi mutasi corona

"Kita akan terus menambah lokasi isolasi terpusat dan RS Modular serta Rumah Oksigen. Kemarin saya juga sudah meninjau Rumah Oksigen dan model ini bisa kita tambahkan lagi di luar DKI Jakarta. Tujuannya seperti permintaan Presiden agar rakyat kita yang berada di tempat-tempat yang kurang beruntung bisa segera diidentifikasi yang positif dan kemudian dirawat dengan baik," kata Menko Luhut.

Ia meminta agar pengadaan alat kesehatan seperti oksigen konsentrator, oksigen generator dan mobile hospital bisa dipercepat. Permintaan itu disampaikan seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19 varian Delta di beberapa negara seperti Thailand, Myanmar, Filipina, dan Malaysia.

"Mari kita terus sinergi dan gotong royong untuk menghadapi pandemi COVID-19 ini, kita tidak dapat menghadapi 'musuh yang tidak terlihat' ini sendiri. Kebersamaan, solidaritas, persatuan dan perubahan perilaku kita adalah kunci dalam menghadapi krisis ini," kata Menko Luhut.

Baca juga: Pakar analisa temuan 26 mutasi varian baru COVID-19 di Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel