Luhut Sebut Indeks PMI Manufaktur Indonesia Lebih Baik Dibanding AS

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dibayangi pandemi Covid-19. Namun PMI dan pelayanan Indonesia lebih baik jika dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS), China, Inggris, Jerman, dan India.

"Dibandingkan negara maju seperti Amerika Serikat, China, Inggris, Jerman, India, posisi Indonesia dari PMI and service ini di level yang baik," kata Luhut dalam webinar bertajuk Revitalisasi Kebijakan Ekonomi Maritim dalam Mendukung Kualitas Pemulihan Nasional, Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Selain itu, Indonesia juga telah melakukan penyederhanaan regulasi dan perizinan lewat Undang-Undang Omnibus Cipta Kerja. Regulasi sapu jagat ini diharapkan bisa menjadi solusi Indonesia untuk keluar dari dampak ekonomi pandemi Covid-19.

"Lewat Undang-Undang Omnibus Law, cipta kerja ini diharap jadi solusi," kata dia.

Saat ini, implementasi kebijakan tersebut sudah memasuki tahap sinkronisasi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Sehingga pengusaha tidak perlu lagi dipusingkan dengan sulitnya investasi di tanah air.

"Proses ini kami kawal dan secara perlahan investor menyampaikan apresiasi mereka," kata Luhut.

Penguatan UMKM

Terlebih, kata Luhut, UU Cipta Kerja ini juga memberikan penguatan untuk pelaku usaha UMKM yang menjadi tulang punggu perekonomian nasional. Para pelaku UMKM telah didorong untuk masuk dalam pasar digital. Setidaknya sudah ada 13 juta pelaku UMKM yang terhubung dengan platform digital.

"Sekarang ini sudah lebih dari 13 juta onboarding, Tambah 6 juta di tahun lalu," kata dia.

Luhut berharap di tahun 2024 nanti, sudah ada 30 juta pelaku UMKM dari 64 juta yang tergabung dalam sistem digital. "Karena backbone kita ini UMKM dan ini sangat penting," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: