Luhut Sebut PPKM Darurat Beri Harapan Lantaran Mobilitas Masyarakat Turun

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah belum memutuskan akan perpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa Bali atau tidak.

Namun, Luhut menilai PPKM Darurat berhasil menurunkan mobilitas masyarakat.

"Ada kemajuan penurunan mobilitas masyarakat. Hasil monitoring kami terjadi penurunan signifikan mobilitas dan aktivitas masyarakat, ini terus terang memberi harapan bagi kita semua bahwa penularan varian Delta ini bisa kita turunkan," kata Luhut dalam konpers daring, Sabtu (17/7/2021).

Namun, dia mengingatkan penurunan mobilitas tidak otomatis menurunkan penambahan kasus Covid-19.

"Penurunan mobilitas ini tidak serta merta menunjukkan penurunan penambahan kasus," ucap Koordinator PPKM Darurat ini.

"Karena ada masa inkubasi penularan terjadi sebelumnya dan faktor lain. Hasil Penelitian dibutuhkan 14-21 hari untuk penambahan kasus bisa flat rata menurun," tambah Luhut.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Perpanjangan PPKM Akan Dievaluasi

Sebelumnya, menurut Luhut, pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap penerapan PPKM darurat Jawa Bali yang telah berlangsung 14 hari.

"Saat ini kami sedang lakukan evaluasi apakah PPKM dengan jangka waktu apakah dibutuhkan perpanjangan lebih lanjut," katanya.

Luhut menyatakan akan segera melaporkan hasil evaluasi PPKM darurat kepada presiden Jokowi. Selanjutnya keputusan perpanjangan PPKM akan diumumkan pada 2-3 hari ke depan.

"Saya kira dalam dua tiga hari ke dean kita akan umumkan secara resmi," ucapnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel