Luhut Soal Utang Asing RI Turun: Ketika Ada Masalah di Dunia, Kita Bisa Jaga Rupiah

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan tak mempermasalahkan, porsi kepemilikan utang asing terhadap Surat Berharga Negara (SBN) saat ini terus mengalami penyusutan. Yakni, dari 41,3 persen menjadi 16,1 persen.

"Sehingga ketika ada masalah ekonomi dunia, kita bisa memelihara Rupiah berkisar Rp 14.000 sekian terhadap Dolar AS," jelasnya dalam acara silahturahmi nasional Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (Ppad) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, di tulis Sabtu (6/8).

Menko Luhut menambahkan, posisi utang pemerintah juga masih relatif aman hingga memasuki akhir semester I-2022. Mengutip dokumen APBN Kita, utang pemerintah mencapai Rp 7.123,62 triliun di akhir Juni 2022.

Menko Luhut menerangkan, posisi utang pemerintah tersebut masih berkisar 41 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Tingkat utang pemerintah Indonesia jauh lebih aman dibandingkan negara-negara di dunia. Betul Rp 7000 triliun, tapi kita bandingkan itu hanya 41 persen dari PDB," ujarnya.

Menko Luhut menambahkan, utang pemerintah tersebut juga bukan merupakan uang hilang. Mengingat, dana utang digunakan untuk membiayai pembangunan sejumlah proyek strategis.

"Angka (utang) itu jumlahnya dibayar oleh proyek-proyek yang bagus, bukan uang yang hilang, semua dibayar pembangunan," bebernya.

Utang Asing Indonesia Turun, ini Kata Kadin

indonesia turun ini kata kadin
indonesia turun ini kata kadin.jpg

Kamar Dagang Industri (KADIN) Indonesia mengapresiasi utang luar negeri Indonesia terus menyusut. Di mana, negara-negara lain justru meningkat.

"Kita sangat luar biasa, di mana utang luar negeri kita menyusut. Kalau kita melihat dimana-mana negara terus menambah utangnya, kita bisa menyusut. Dan asing itu lebih mengecil, ini berita cukup baik kita bisa mengendalikan," kata Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Fiskal dan Publik Suryadi Sasmita, dalam MYEO Day 2: Prospek Pemulihan Ekonomi Indonesia di Tengah Perubahan Geopolitik Pascapandemi, Rabu (3/8).

Mengutip paparan Suryadi, utang Indonesia tembus Rp 7.000 triliun, namun porsi asing semakin menyusut. Berdasarkan jenisnya, utang Pemerintah didominasi oleh instrumen SBN yang mencapai 87,88 persen dari seluruh komposisi utang per akhir Februari 2022, atau sebesar Rp 6.164,2 triliun.

Sementara, berdasarkan mata uang, utang Pemerintah Indonesia didominasi oleh Rupiah yakni 70,07 persen. Porsi kepemilikan SBN oleh investor asing terus menurun sejak 2019 yang mencapai 38,57 persen dan hingga akhir 2021 mencapai 19,05 persen, dan per 15 Maret 2022 mencapai 18,15 persen. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel