Luhut Sukses Rayu Universitas Tokyo Kembangkan Pulau Kura-Kura

Ezra Sihite
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menko Bidang Maritim dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan bertemu dengan Presiden Universitas Tokyo Prof. Makoto Gonokami. Dalam kesempatan itu, Universitas Tokyo akan mendukung dan menjadi salah satu mitra pengembangan Pulau Kura-Kura di Bali sebagai pusat riset kelas dunia. Turut mendampingi Menko Luhut yaitu Duta Besar RI Heri Akhmadi di Tokyo, pada Sabtu, 5 Desember 2020.

“Sebagai salah satu universitas terbaik di Jepang, kami ingin agar Universitas Tokyo dapat terlibat dalam pengembangan pusat riset kelas dunia di Pulau Kura-Kura Bali. Pemerintah rencananya akan membangun fasilitas penunjang terpadu di Pulau Kura-Kura Bali guna mendukung pengembangan pusat inovasi dan talent tersebut”, ucap Menko Luhut pada kesempatan itu.

Selain Universitas Tokyo, Luhut menyampaikan sejumlah universitas kelas dunia lainnya seperti Tsinghua Southeast Asia dan Massachusetts Institute of Technology akan bermitra dengan Institut Teknologi Bandung guna kembangkan Pulau Kura-Kura Bali sebagai pusat riset dan inovasi kelas dunia sekaligus hub inovasi dan inkubasi technopreneur Indonesia dalam mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

“Salah satu prioritas kerja sama dengan Jepang, seperti yang ditekankan oleh Presiden Jokowi adalah untuk mendukung pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia. Dukungan dari Universitas Tokyo tentunya akan semakin mengasah talent unggul Indonesia dengan nilai dan budaya riset yang dimiliki Jepang,” kata Dubes Heri Akhmadi.

Pusat riset yang akan dibangun di Pulau Kura-Kura Bali tersebut akan didukung dengan berbagai fasilitas seperti kondominium dan sekolah. Sementara Mitsubishi Estate telah menyatakan ketertarikannya untuk dapat kembangkan integrated facilities di pulau tersebut.

Pidato Kunci di Forum Asia Pacific Initiative

Untuk mengakhiri lawatan di Tokyo, Menko Luhut berkesempatan untuk menyampaikan pidato kunci di Forum Asia Pacific Initiative (APIF). Luhut mengatakan, hubungan Indonesia-Jepang saat ini telah berubah dari pemberi-penerima donor menjadi mitra strategis di bidang perdagangan dan investasi.

“Indonesia tidak akan pernah melupakan dukungan Jepang terhadap pembangunan Indonesia pada tahun 1960 dan 1970an. Kini, dengan segala potensi keunggulan ekonomi yang dimiliki Indonesia, kami ingin terus bermitra erat dengan Jepang dalam mengatasi berbagai tantangan yang tengah dihadapi dunia saat ini”, kata Menko Luhut dalam pidatonya.

Menko Luhut dan Menteri BUMN Erick Thohir dijadwalkan akan melanjutkan kunjungan ke Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia guna penjajakan dukungan terhadap pembentukan Sovereign Wealth Fund Indonesia.