Luhut: Tak Boleh Merasa Paling Baik soal Penanganan Covid, Jangan Saling Menyalahkan

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku khawatir melihat perkembangan kasus Covid-19. Luhut mengingatkan peningkatan kasus harian sudah mulai naik, tembus di angka kisaran 500 kasus positif per hari. Terakhir, data 8 Juni 2022, kenaikan kasus positif mencapai 520 kasus.

"Jadi sudah di 500. Tadinya 300, 200 tiba-tiba naik jadi 500. Jadi kita semua harus kompak menghadapi ini. Karena kita enggak bisa berlama-lama juga terus begini," kata Luhut saat rapat kerja dengan Banggar DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/6).

"Tapi lihat angka tiga hari berturut-turut di atas 500, saya cukup khawatir. Karena positivity rate tadi pagi saya lihat sudah 1. Yang tadinya 0,5-0,8 berkisar itu, sekarang sudah 1 walaupun masih di bawah WHO yaitu 5," jelasnya.

Luhut meminta semua pihak tidak saling menyalahkan terhadap masalah pandemi. Covid-19 tidak dapat ditebak. Ia mengingatkan semua pihak untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Kita tidak boleh saling menyalahkan, saling merasa paling baik di sini. Tidak ada yang lebih baik dalam penanganan ini, karena betul-betul virus ini tidak bisa kita kendalikan," kata Luhut.

Luhut melaporkan, di Amerika Serikat angkanya sudah mulai naik dan muncul varian baru. Maka itu juga, alasan Indonesia belum mengumumkan Covid-19 menjadi endemi.

"Sekarang di Amerika baru tadi pagi saya lihat lagi, angka itu sudah naik ada varian baru itu 3. Itu sebabnya kita tidak buru-buru masuk di endemi," katanya. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel