Luhut tegaskan komitmen kuat RI tangani masalah sampah laut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali menegaskan komitmen kuat RI untuk menangani masalah sampah laut.

Melalui acara Road to G20: Baeting Plastic Pollution from Source to Sea di Bali, Jumat, mendorong tindakan kolaboratif dari 38 organisasi bisa didukung penuh dalam KTT G20.

"Saya sangat menghargai semua komitmen yang telah kita buat hari ini, di mana sekitar 38 organisasi berkumpul dan berjanji untuk menciptakan ekonomi plastik sirkular. Komitmen tersebut diperkirakan mencapai dan berdampak langsung pada lebih dari 34 juta orang dan valuasi kurang lebih dari Rp1 triliun (setara dengan sekitar 66,7 juta dolar AS)," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Komitmen dari 38 organisasi tersebut diperkirakan mencapai dan berdampak langsung pada lebih dari 34 juta orang.

"Saya percaya apa yang telah kita capai bersama dapat menunjukkan kepada dunia bahwa kita telah mencapai tindakan nyata, melampaui kata-kata. Saya menyadari sepenuhnya bahwa acara ini merupakan momentum penting untuk menunjukkan komitmen bersama kita dalam memerangi sampah plastik laut. Oleh karena itu, saya pastikan juga untuk menunjukkan kepada anda komitmen saya untuk memastikan semua kebijakan dan program terkait penanganan sampah laut dilaksanakan dengan baik," ungkapnya.

Luhut menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak inisiatif dan pemimpin yang mendorong aksi plastik dan menyatukan pemangku kepentingan dan upaya yang beragam ini untuk menyalurkan solusi kolaboratif akan sangat penting dalam memajukan pergeseran sistemik menuju ekonomi plastik sirkular.

Salah satunya melalui National Plastic Action Partnership (NPAP) untuk mendukung tujuan nasional dalam mengurangi 70 persen polusi plastik laut pada tahun 2025 dan untuk memberi contoh kepada dunia.

NPAP Indonesia telah berkembang dan tumbuh menjadi platform multistakeholder lokal yang menyatukan para pembuat kebijakan, pakar, pemimpin bisnis, pengusaha, dan organisasi masyarakat sipil terkemuka di negara ini.

"Saya sangat optimis dengan kemitraan ini, kami membangun fondasi sistematis untuk memperkuat kerja kontributor individu, menghubungkan para pemimpin kunci untuk berkolaborasi dalam bidang minat bersama dan memimpin implementasi peta jalan aksi dan investasi Indonesia," katanya.

Luhut juga meyakini kolaborasi ini akan jadi momentum yang baik untuk menjawab tantangan global untuk mengalahkan polusi plastik.

"Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia siap mengambil bagian dari babak baru ini," kata Luhut.

Baca juga: Indonesia tekankan komitmen kurangi 70 persen sampah laut hingga 2025
Baca juga: Gernas BCL juga angkut sampah dari dasar laut
Baca juga: Bersihkan sampah di Teluk Laut Ambon, 50 penyelam diterjunkan PSDKP
Baca juga: Pemerintah target kurangi 38,5 persen sampah laut sampai akhir 2022