Luhut Tegaskan Penggunaan TKDN Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dalam upaya meningkatkan penggunaan produk dan jasa dalam negeri melalui peningkatan Tingkat Konsumsi Dalam Negeri (TKDN), PT Pertamina menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), PT Superintending Company of Indonesia, dan PT Surveyor Indonesia.

Bersama ketiga pihak tersebut, Pertamina pun menandatangani komitmen bersama pada Selasa, 1 Desember 2020, yang disaksikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Ketua Tim P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri), Luhut Binsar Panjaitan dan Wakil Menteri I BUMN, Budi Gunadi Sadikin.

Baca juga: SPBU MT Haryono Ditutup Sementara, Pertamina Beri Alternatif

"Penggunaan local content dapat membantu perekonomian nasional, terutama di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini," kata Luhut dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 1 Desember 2020.

Dia pun mengapresiasi langkah Pertamina, yang secara konsisten meningkatkan penggunaan komponen lokalnya dalam proses bisnis perusahaan.

"Selamat kepada Dirut Pertamina yang telah konsisten dalam implementasi TKDN di proyek-proyeknya, dan akan meningkat ke depannya. Dengan cara inilah kita dapat membantu rakyat Indonesia keluar dari krisis yang terjadi saat ini," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menjelaskan bahwa Pertamina berupaya menjalankan peran yang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dengan memastikan implementasi TKDN pada setiap proyek dan proses bisnis di Pertamina Group.

Melalui kerja sama ini, Sucofindo dan Surveyor Indonesia akan melakukan pendampingan, perencanaan, dan verifikasi capaian TKDN, pada proyek-proyek infrastruktur dan pengembangan bisnis Pertamina Group.

"Sesuai dengan arahan pemerintah, Pertamina berkomitmen untuk memastikan implementasi TKDN di seluruh proses usahanya. Termasuk dengan membentuk fungsi khusus untuk memantau penyerapan TKDN di Pertamina," kata Nicke.

Nicke memastikan, hal ini akan terus berlaku di seluruh lini usaha Pertamina, mulai dari hulu hingga hilir. Mulai dari perencanaan, hingga implementasi dan evaluasi.

"Inilah komitmen Pertamina untuk memajukan industri dalam negeri, semoga dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk lebih banyak masyarakat Indonesia dan mendorong perekonomian nasional," ujarnya.

Diketahui, selain memastikan capaian TKDN melalui pendampingan tersebut, Pertamina juga bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk pengkajian dan penerapan teknologi dan perekayasaan (penelitian, pengembangan dan rancang bangun).

Pengkajian teknologi saat ini diperlukan Pertamina, pada beberapa proyek di antaranya teknologi Biorefinery untuk transformasi teknologi kilang berbasis bahan baku fosil menjadi energi terbarukan, teknologi penyimpanan energi (energy storage), residu kilang, dan teknologi dimethyl ether (DME) untuk substitusi bahan bakar LPG. (ase)