Luhut ungkap peluang kerja sama dengan negara Pasifik

·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan ada banyak peluang kerja sama yang bisa dibangun dengan negara-negara di wilayah Pasifik sebagai upaya untuk mengatasi tantangan global ke depan.

"Masih banyak bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama yang perlu dijajaki bersama oleh Indonesia dan negara-negara Pasifik untuk mengatasi tantangan dunia yang terus berubah sambil berinvestasi pada manusia dan gagasan untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah. Kita harus proaktif, adaptif, dan gesit," kata Menko Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Hal itu disampaikan dalam acara The 2nd Pacific Exposition 2021 (Pameran Pasifik ke-2) yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wellington, Selandia Baru.

Tahun ini, Pacific Exposition yang bertajuk "Trade, Investment and Creative Economy Forum" itu dihadiri oleh Australia, Fiji, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Selandia Baru, dan Timor Leste.

Dalam kesempatan itu, Menko Luhut mengatakan dengan laju pemulihan ekonomi saat ini, Pemerintah Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan pulih dari kondisi tahun lalu.

"Dengan laju pemulihan ekonomi saat ini, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan pulih dari pertumbuhan negatif tahun lalu dengan pertumbuhan sebesar 3,7 persen-4,5 persen pada akhir tahun ini," katanya.

Sementara itu, lanjut Menko Luhut, memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan akan meningkat sebesar 5,2 persen-5,5 persen dan selanjutnya tumbuh menjadi 6 persen melalui transformasi ekonomi.

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengatakan pandemi COVID-19 telah berdampak pada ekonomi dan mata pencaharian masyarakat khususnya negara-negara Kepulauan Pasifik yang sangat bergantung pada pariwisata.

"Sebuah pasar gabungan dengan 300 juta orang, kawasan Pasifik adalah kawasan yang sangat menguntungkan dan mengalahkan mesin pertumbuhan dan ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia," katanya.

Untuk mencapai tujuan ini, menurut Dubes Tantowi, negara-negara Pasifik perlu melakukan diversifikasi melalui penguatan strategi perdagangan, investasi, dan ekonomi kreatif. Arus barang dan jasa yang lancar mendorong pertumbuhan dan memberikan kontribusi ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan Indonesia harus memanfaatkan momentum yang ada saat ini untuk bisa naik status menjadi negara berpendapatan menengah.

Ia menyebut bonus demografi yang dimiliki Indonesia akan segera berakhir, oleh karenanya sangat penting untuk memanfaatkan momentum saat ini untuk melipatgandakan PDB menjadi 12.000 dolar AS.

"Angka itu akan berakhir antara tahun 2038 dan 2040. Pada dasarnya sekarang Indonesia memiliki waktu sekitar 18 hingga 17 tahun untuk melipatgandakan PDB menjadi negara berpenghasilan tinggi," kata Mendag Lutfi.

Baca juga: Menko Luhut minta semua pihak bersinergi, antisipasi ancaman La Nina
Baca juga: Menko Luhut bertemu PM Inggris bahas COP26 hingga kerja sama energi
Baca juga: Pemerintah waspadai gelombang ketiga di 105 wilayah kasus meningkat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel