Luhut Ungkap Rencana Jangka Menengah-Panjang untuk Pulihkan Bali

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah sebenarnya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengembalikan kondisi perekonomian di Bali. Khususnya di sektor pariwisata.

Dia menjelaskan, langkah itu merupakan rencana jangka menengah dan panjang, yang diharap mampu meningkatkan kembali sektor pariwisata di Bali usai diterpa badai pandemi COVID-19 sejak tahun lalu.

"Dalam jangka menengah dan panjang, ada beberapa insentif yang bisa dilakukan oleh pemerintah di Bali," kata Luhut dalam telekonferensi di acara 'Bali Economic and Investment Forum 2021', Kamis 8 April 2021.

Pertama, menurut Luhut adalah upaya pengembangan 'health tourism', dengan membuka rumah sakit internasional yang dikhususkan untuk penanganan penyakit-penyakit spesifik.

"Seperti kanker, tumor, dan itu sudah ada beberapa investor yang berminat untuk hal ini," ujarnya.

Di sisi lain, Luhut meyakini bahwa dengan adanya rumah sakit khusus yang dipadukan dengan konsep 'health tourism' tersebut, maka hal itu akan menambah 'length of stay' atau lama waktu tinggal dari para wisatawan di Bali.

Kedua, lanjutnya, adalah langkah diversifikasi kepada sektor-sektor di luar sektor pariwisata, seperti misalnya sektor kelautan dan budidaya perikanan serta sektor pertanian.

Kemudian, Luhut juga menekankan hal lain yang juga harus ditingkatkan dalam mengembangkan pariwisata di Bali, adalah aspek kepedulian pada kelestarian sumber air dan pengelolaan sampah. Sebab, kedua hal tersebut adalah salah satu kunci dari sustainabilitas industri pariwisata di Bali.

"Terakhir, saya ingin mengingatkan kepada kita semua agar tetap bersatu untuk mematuhi protokol kesehatan, dan juga bahu-membahu meningkatkan sektor ekonomi di Bali," ujarnya.