Luis Suarez dan 7 Transfer Emosional Bintang Sepak Bola Dunia: Kacang yang Tidak Lupa Kulitnya

Bola.com, Jakarta - Luis Suarez melakukan transfer emosional ke klub masa kecilnya, Nacional. Mantan pemain Liverpool itu seperti kacang yang tidak lupa kulitnya.

Hubungan Luis Suarez dan Nacional memang emosional bagi pemain yang kini berusia 35 tahun tersebut. Tim Uruguay ini adalah klub profesional pertama bagi Suarez.

Setelah penampilan apiknya di Nacional yang membuka kariernya ke Eropa. Dia mampu mencetak 10 gol dalam 27 kali penampilan bersama klub asal Montevideo ini.

Tidak hanya Luis Suarez, sejumlah pemain juga melakukan transfer emosional. Mereka pindah ke klub yang membesarkan namanya hingga akhirnya memutuskan gantung sepatu di klub tersebut.

Berikut 7 pemain yang melakukan transfer emosional ke klub asalnya. Mereka bahkan bisa mempersembahkan gelar meski sudah di pengujung karier.

 

1. Giovanni van Bronckhorst (Feyenoord)

Giovanni van Bronckhorst - Pemain keturunan Indonesia ini pernah bermain bersama Lionel Messi pada periode 2003 hingga 2007. Mantan kapten timnas Belanda itu cukup sukses menjadi pelatih. Ia membawa Feyenoord menjuarai Eredivisie 1 kali dan mengemas 2 Piala KNVB. (Lluis Gene)
Giovanni van Bronckhorst - Pemain keturunan Indonesia ini pernah bermain bersama Lionel Messi pada periode 2003 hingga 2007. Mantan kapten timnas Belanda itu cukup sukses menjadi pelatih. Ia membawa Feyenoord menjuarai Eredivisie 1 kali dan mengemas 2 Piala KNVB. (Lluis Gene)

Sebelum berkelana di berbagai klub besar Eropa, Giovanni van Bronckhorst mengawali kariernya di Feyenoord. Setelah itu, dia sempat mengenakan seragam Rangers, Arsenal hingga Barcelona.

Pemain yang memiliki darah Indonesia juga menjadi salah satu bek kiri terbaik dunia. Hal ini dirasakannya saat empat tahun bersama Barcelona dan memenangkan Liga Champions 2006.

Setahun kemudian bos Feyenoord Bert van Marwijk memintanya kembali Feyenoord dengan status bebas transfer. Dia menghabiskan tiga tahun di De Kuip sebelum pensiun dan memenangkan Piala KNVB tahun 2008.

 

2. Wayne Rooney (Everton)

Wayne Rooney. Striker Inggris yang kini berusia 36 tahun dan telah pensiun pada Januari 2021 bersama Derby County ini merupakan produk asli Akademi Everton. Setelah dua musim memperkuat tim senior Everton pada 2002/2003 dan 2003/2004 serta tampil dalam total 116 laga di semua ajang dengan torehan 28 gol dan 5 assist, ia dilepas ke Manchester United di awal musim 2004/2005 dengan nilai transfer 37 juta euro atau kini setara Rp560,7 miliar. (AFP/Steve Parkin)
Wayne Rooney. Striker Inggris yang kini berusia 36 tahun dan telah pensiun pada Januari 2021 bersama Derby County ini merupakan produk asli Akademi Everton. Setelah dua musim memperkuat tim senior Everton pada 2002/2003 dan 2003/2004 serta tampil dalam total 116 laga di semua ajang dengan torehan 28 gol dan 5 assist, ia dilepas ke Manchester United di awal musim 2004/2005 dengan nilai transfer 37 juta euro atau kini setara Rp560,7 miliar. (AFP/Steve Parkin)

Wayne Rooney memutuskan kembali ke Everton setelah kontraknya bersama Manchester United berakhir pada 2017. Everton yang membesarkan namanya hingga Setan Merah tertarik meminangnya.

"Sudah beberapa waktu sejak saya mengatakan bahwa satu-satunya klub Liga Inggris yang akan saya bela selain Manchester United adalah Everton. Jadi saya senang bahwa langkah itu telah terjadi," ujar Rooney.

Sayangnya kembalinya ke Everton, tidak membuat karier Rooney cemerlang. Dia hanya mencetak 10 gol di Premier League hingga akhirnya pindah ke DC United dan Derby Country.

 

3. Carlos Tevez (Boca Juniors)

Penyerang Boca Juniors, Carlos Tevez, tampak kecewa usai ditahan imbang Libertad pada laga grup H Copa Libertadores di Estadio La Bombonera, Rabu (30/9/2020) dini hari WIB. Boca Juniors bermain imbang 0-0 atas Libertad. (Agustin Marcariana/Pool via AP)
Penyerang Boca Juniors, Carlos Tevez, tampak kecewa usai ditahan imbang Libertad pada laga grup H Copa Libertadores di Estadio La Bombonera, Rabu (30/9/2020) dini hari WIB. Boca Juniors bermain imbang 0-0 atas Libertad. (Agustin Marcariana/Pool via AP)

Carlos Tevez sempat tiga kali memperkuat Boca Juniors di periode yang berbeda. Klub dari Kota Buenos Aires ini adalah tempatnya menimba ilmu semasa junior dan mengawali karier profesional.

Setelah berkelana di beberapa top Eropa seperti Manchester City, Manchester United dan Juventus, dia sempat kembali ke Boca pada 2015. Namun setelah itu, dia sempat ke klub China, Shanghai Shenhua.

Setelah dari Asia selama setahun, Tevez memutuskan kembali lagi ke Boca Juniors pada 2018. Dia membantu Boca meraih gelar Primera Divisi Argentina tahun 2020, dan pensiun setahun kemudian.

 

4. Daniel Agger (Brondby)

Bek Denmark Daniel Agger menciptakan gol bunuh diri yang memberi Belanda gol pertama pada kemenangan 2-0 pada laga Grup E PD 2010 di Johannesburg, 14 Juni 2010. AFP PHOTO/DANIEL GARCIA
Bek Denmark Daniel Agger menciptakan gol bunuh diri yang memberi Belanda gol pertama pada kemenangan 2-0 pada laga Grup E PD 2010 di Johannesburg, 14 Juni 2010. AFP PHOTO/DANIEL GARCIA

Jika sejumlah pemain bintang pindah ke klub asalnya di pengujung karier, berbeda dengan Daniel Agger. Bisa dibilang Agger pindah ke Brondby saat berada di puncak kariernya.

Pemain asal Denmark ini baru berusia 29 tahun ketika memutuskan kembali ke klub yang membesarkan namanya. Agger bahkan rela gajinya berkurang banyak saat pindah dari Liverpool serta menolak sejumlah tawaran klub besar.

Hanya dua musim untuk edisi keduanya di Brondby hingga akhirnya memutuskan pensiun di usia ke 31 tahun. Agger selalu menjadi pemain inti meski akhirnya gagal mempersembahkan gelar apapun.

 

5. Gianluigi Buffon (Parma)

Gianluigi Buffon. Kiper Italia yang kini memasuki musim pertama bersama Parma di Serie B ini kini berusia 44 tahun dan 26 hari. Ia masih lebih tua dari pelatih Parma yang dipecat November 2021 lalu, Enzo Maresca yang saat ini menginjak usia 42 tahun dan 13 hari. (football-italia.net)
Gianluigi Buffon. Kiper Italia yang kini memasuki musim pertama bersama Parma di Serie B ini kini berusia 44 tahun dan 26 hari. Ia masih lebih tua dari pelatih Parma yang dipecat November 2021 lalu, Enzo Maresca yang saat ini menginjak usia 42 tahun dan 13 hari. (football-italia.net)

Nama Buffon tidak akan sebesar ini jika Parma tidak mengorbitkannya di usia muda. Mantan kapten timnas Italia itu sudah menjadi pemain inti Parma di usia 18 tahun

Buffon membayar kepercayaan dari Parma dan mengantarkan klub ini jadi juara UEFA Cup 1999. Timnas Italia juga memberikannya tempat meski hanya jadi pelapis di Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.

Namanya semakin melejit ketika pindah bersama Juventus hingga jadi kiper terbaik dunia di masanya. Buffon kini kembali ke Parma sejak musim lalu meski mereka kini bermain di Serie B.

 

6. Henrik Larsson (H Portuggaborgs BK)

Henrik Larsson. Striker Swedia ini direkrut Manchester United sebagai pinjaman dari Helsingborg pada tengah musim 2006/2007. Ia saat itu berusia 35 tahun, 3 bulan dan 12 hari. Hanya bertahan 1 musim, ia hanya tampil 7 kali di Liga Inggris dengan torehan 1 gol. (AFP/Andrew Yates)
Henrik Larsson. Striker Swedia ini direkrut Manchester United sebagai pinjaman dari Helsingborg pada tengah musim 2006/2007. Ia saat itu berusia 35 tahun, 3 bulan dan 12 hari. Hanya bertahan 1 musim, ia hanya tampil 7 kali di Liga Inggris dengan torehan 1 gol. (AFP/Andrew Yates)

Henrik Larsson memutuskan pensiun pada 2009, tetapi memutuskan kembali ke sepak bola profesional pada 2013. Dia kembali bermain lagi di klub yang membesarkan namanya Högaborgs Portuggaborgs BK.

Pemain asal Swedia ini sebenarnya telah memutuskan pensiun saat terakhir kali barkarier untuk klub tersebut. Menurut surat kabar Swedia Aftonbladet, Larsson membayar kembali janjinya.

Dia bersumpah kembali ke Hogaborgs selama satu tahun terakhir, sebelum cedera mencegah langkah itu terjadi. Nama Larsson semakin besar saat bersama Celtic, Barcelona, Manchester United.

 

7. Arjen Robben (Groningen)

Arjen Robben tercatat telah mengemas total 37 gol dari 97 laga bersama Timnas Belanda. Dipanggil sejak 2003 hingga 2017, Robben menjadi kunci sukses Timnas Belanda melaju ke partai final Piala Dunia 2010 dan juara ketiga Piala Dunia 2014. (AFP/John Thys)
Arjen Robben tercatat telah mengemas total 37 gol dari 97 laga bersama Timnas Belanda. Dipanggil sejak 2003 hingga 2017, Robben menjadi kunci sukses Timnas Belanda melaju ke partai final Piala Dunia 2010 dan juara ketiga Piala Dunia 2014. (AFP/John Thys)

Cerita Arjen Robben hampir mirip dengan Henrik Larsson. Kontraknya bersama Bayern Munchen berakhir pada pertengahan 2019 dan memutuskan untuk rehat.

Namun pada musim panas tahun 2020, Robben memutuskan kembali ke lapangan hijau. Dia memilih klub masa kecilnya Groningen untuk mengakhiri karir prosefionalnya.

"Saya berusia 12 tahun ketika saya mulai bermain di akademi muda FC Groningen. Setelah petualangan yang luar biasa selama 18 tahun, saya pulang," ujarnya.

Sumber: Mirror

 

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel