Luka Parah Akibat Serangan Armenia, Nyawa Pashayev Akhirnya Melayang

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang warga kota Barda, Azerbaijan, Niftali Pashayev, akhirnya meninggal dunia, Kamis 5 November 2020. Lebih dari sepekan mendapatkan perawatan intensif akibat luka parah, nyawa Pashayev tak bisa diselamatkan oleh tim medis.

militer">VIVA Militer melaporkan dalam berita Jumat 30 Oktober 2020, pasukan Angkatan Bersenjata Armenia melancarkan serangan ke kota Barda sejak 28 Oktober 2020. Menggunakan artileri roket BM-30 Smerch, pasukan Armenia dengan brutal membombardir pemukiman sipil di kota tersebut.

Akibatnya, 21 orang warga sipil tewas sementara 70 orang lainnya mengalami luka-luka. Salah satu korban luka adalah Pashayev, dan selama lebih dari sepekan tak sadarkan diri pemuda berusia 25 tahun itu akhirnya meninggal dunia.

Serangan pasukan Armenia dengan menggunakan munisi Tandan saat itu, memancing reaksi keras dari Amnesti Internasional. Direktur Amnesti Internasional untuk Eropa dan Asia Tengah, Marie Struhters, menganggap aksi militer Armenia adalah perbuatan kejam.

"Penembakan munisi tandan ke wilayah sipil itu kejam dan sembrono, serta menyebabkan kematian, cedera, dan kesengsaraan yang tak berujung," ujar Marie Struthers, Direktur Amnesti Internasional untuk Eropa Timur dan Asia Tengah dikutip VIVA Militer dari Anadolu Agency.

Kematian Pashayev menambah jumlah kematian warga sipil Azerbaijan hingga saat ini mencapai 92 jiwa. Sementara itu, 404 orang warga sipil lainnya mengalami luka-luka sejak Perang Armenia-Azerbaijan kembali meletus pada 27 September 2020 lalu.

Pertempuran di sejumlah titik Nagorno-Karabakh sudah berkali-kali coba dihentikan lewat perjanjian gencatan senjata. Akan tetapi, kedua negara kerap saling tuduh salah satu pihak telang melakukan pelanggaran. Aksi balas menyerang membuat tiga perjanjian gencatan senjata selalu kandas.