Lukai Tiga Korban dengan Busur, Tujuh Begal di Makassar Masuk Bui

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota Besar Makassar mengungkap pelaku perampokan sekaligus pembusuran terhadap tiga warga yakni MA, S, dan U yang melintas di Jalan Ir Sutami, Kecamatan Tamalanrea, pada Rabu (14/8) dini hari. Tujuh orang ditangkap dalam kasus yang menyebabkan para korban kritis itu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Komisaris Besar Komang Suartana mengaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan cara membusur atau memanah korban terjadi dalam beberapa hari terakhir. Di Jalan Ir Sutami Makassar, menyebabkan tiga orang pengendara yang menjadi korban.

"Pelaku ada tujuh orang yang berhasil diamankan yakni A, AT, A, AW, Y, E, dan W. Umur pelaku ini rata-rata 22 tahun, bahkan ada yang masih 17 tahun," ujarnya di Mapolrestabes Makassar, Senin (19/9).

Awalnya Dendam

Kepala Kepolisian Sektor Tamalanrea Komisaris Saharuddin mengatakan, motif para pelaku awalnya untuk balas dendam terhadap musuhnya. Tetapi, akibat tidak menemukan musuhnya, pelaku menyerang pengendara motor yang berpapasan dengan mereka.

"Korban ada yang dibusur dan handphonenya diambil oleh pelaku," ungkapnya.
Satu korban lainnya berinisial S diserang para pelaku saat hendak pulang kerja seusai menjaga Gudang 88. Saat itu pelaku langsung mengadang korban dan melakukan penikaman pada bagian dada sebelah kanan.

"Korban S mengalami luka robek bagian dada dan dilarikan ke RSUP Wahidin Sudirohusodo. Sementara korban MA dirawat di RSUD Daya," ungkapnya.

Curhat Istri Korban

Istri korban inisial S, Suci Ramadani sempat menuliskan curahan hati yang ditujukan kepada Wali Kota Makassar usai sang suami menjadi korban pembusuran di Jalan Ir Sutami Makassar. Isi curahan hati Suci viral di media sosial.


"Assalamualaikum wr wb, Yang terhormat bapak walikota Makassar bapak @dpramdhanpomanto. Dengan ini sy selaku keluarga korban PEMBEGALAN YANG TERJADI PADA TANGGAL 14 SEPTEMBER 2022. PUKUL 02.15!Bingin menyampaikan TOLONG BANTU KAMI SEBAGAI RAKYAT KECIL UNTUK KEAMANAN KAMI,, TOLONG BANTU KAMI SETIDAKNYA DARI PEMBEGALAN, PERAMPOKAN YG SERING TERJADI DI KOTA MAKASSAR," tulisnya di akun instagram pribadinya.

Suci mengaku maraknya tindak kriminal jalanan di Kota Makassar sangat mengancam warga. Bahkan, Suci menyinggung soal program Pemkot Makassar seperti F8 dan Makassar 2 Kali Tambah Baik.

"KAMI TIDAK BUTUH F8 ,KAMI TDK BUTUH MAKASSAR 2 KALI TAMBAH BAIK. KAMI HANYA BUTUH MAKASSAR AMAN UNTUK KAMI TINGGALI, WAHAI BAPAK LIRIKLAH RAKYAT KECILMU YG BERJUANG PERGI PAGI, PULANG MALAM DEMI SESUAP NASI ,DEMI MENAFKAHI KELUARGA TERCINTA, KAMI TIDAK MINTA UANG DARI BAPAK, KAMI HANYA BERHARAP BAPAK BERTANGGUNG JAWAB UNTUK KESELAMATAN WARGA KOTA MAKASSAR," tulisnya lagi.

"TOLONG PAK BANTU KAMI UNTUK MEMBERSIHKAN KOTA INI DARI PEMBEGALAN DAN PERAMPOKAN YANG SERING TERJADI. JANGANLAH ENGKAU SEAKAN MENUTUP MATA DAN TELINGA DARI KASUS YANG BAHKAN MENGHILANGKAN NYAWA SESEORANG YG TAK BERSALAH," tutupnya. [yan]