Lukas Enembe, Ruang Gerak Dipersempit hingga Dikabarkan Jadi Tersangka KPK

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi sorot pemberitaan. Dia dikabarkan telah menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kabar ini bersumber dari kuasa hukumnya, Stefanus Roy Rening.

Sebelum menjabat sebagai gubernur Papua dua periode, Lukas tercatat pernah menduduki kursi Wakil Bupati Puncak Jaya pada periode 2001 hingga 2006. Setahun kemudian dia terpilih menjadi Bupati Puncak Jaya.

Di tahun 2013, dia terpilih sebagai Gubernur Papua. Jabatan tersebut berhasil dia pertahankan selama dua periode hingga masa jabatannya berakhir di tahun 2023 nanti.

Lukas Enembe merupakan jebolan dari The Christian Leadership & Secound Leanguestic di cornerstone College, Australia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lukas yang juga merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua sejak 2006 hingga saat ini, memiliki track record yang tidak diragukan. Mulai dari dirinya menempuh gelar sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi Manado, di antaranya menjadi Ketua Mahasiswa Jawijipan Sulawesi Utara, Pengurus SEMAH FISIP UNSRAT, Koordinator PPM FISIP UNSRAT, dan ketua IMIRJA Sulawesi Selatan.

Sebelum terjun di dunia politik, Lukas seorang PNS Kantor Sosial Politik pada 1997 hingga 2001. Semenjak menyelesaikan studi di Australia pada 2001, dia memutuskan untuk terjun di dunia politik dan menjabat sebagai wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya.

Namun di penghujung kekuasannya, Lukas dikabarkan tersandung kasus suap dan gratifikasi senilai Rp1 miliar. Stefanus Roy Rening memastikan kliennya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK per 5 September 2022. Lukas yang dijadwalkan penyidik untuk diperiksa pada 12 September 2022 tidak menghadiri panggilan penyidikan lantaran sakit.

Ruang gerak Lukas pun semakin sempit. KPK meminta Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan pencegahan perjalanan ke luar negeri terhadap Lukas. Hal tersebut dibenarkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM).

"Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Ditwasdakim) Ditjen Imigrasi menerima pengajuan pencegahan kepada subjek atas nama Lukas Enembe dari KPK," ujar Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian I Nyoman Gede Surya Mataram, Selasa (12/9).

Roy pun menanggapi tindakan KPK dan menyatakan bahwa pada 9 September 2022, Lukas telah mengantongi izin langsung dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk melakukan perjalanan ke luar negeri guna kepentingan pengobatan. Menurutnya, KPK terlalu tergesa–gesa menjadikan Lukas sebagai tersangka.

"KPK terlalu terburu-buru menetapkan beliau sebagai tersangka padahal KPK belum sama sekali meminta keterangan dari beliau," jelasnya.

Selain pencabutan izin bepergian keluar negeri, rekening milik Lukas juga turut diblokir oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), juga atas permintaan KPK.

"Iya (PPATK memblokir rekening Gubernur Papua) dan kami sudah koordinasi dengan KPK sejak beberapa bulan lalu," ujar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam keterangannya, Selasa (12/9).

Berdasar pada Laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses pada Selasa (13/9), jumlah harta Lukas Enembe diketahui meningkat pesat dalam dua tahun terakhir kira-kira Rp12.594.214.580 atau Rp12,5 miliar.

Lukas Enembe yang kini menjadi tersangka diketahui memiliki harta Rp33.784.396.870. Angka tersebut berdasarkan laporan terbarunya pada 31 Maret 2022.

Dua tahun sebelumnya, tepatnya pada 30 April 2020, harta kekayaan Lukas Enembe hanya sebesar Rp21.190.182.290. Sehingga ada peningkatan harta sejumlah Rp12.594.214.580 atau sekitar 12,5 Miliar dalam dua tahun. Harta Gubernur Papua tersebut meliputi tanah dan bangunan di Jayapura dengan nilai total Rp13.604.441.000, harta bergerak berupa 4 unit mobil dengan niali keseluruhan Rp932.489.600, dan surat berharga senilai Rp1.262.252.563 serta kas dan setara kas lainnya senilai Rp17.985.213.707.

Dia tidak tercatat memiliki utang maupun piutang, Dengan demikian, total karta kekayaan milik Lukas Enembe di tahun 2022 senilai Rp33.784.396.870.

Hingga berita ini tayang, belum ada pernyataan dari KPK terkait status Lukas Enembe. Namun kuasa hukum Lukas, Roy mengaku telah menerima surat perintah dimulainya penyidikan atau sprindik dari KPK.

Reporter: Putri Oktafiani [cob]