Lukisan Kontroversial Ratu Elizabeth II Dipamerkan

TEMPO.CO, Liverpool - Setelah 61 tahun disembunyikan dari mata publik, sebuah lukisan kontroversial Ratu Elizabeth II akhirnya mulai dipamerkan. Lukisan ini sebenarnya indah, menggambarkan Elizabeth muda berdiri dalam balutan gaun warna biru laut dengan sikap anggun. Sayangnya, ukuran leher sang Ratu dilukis kelewat jenjang sampai tidak mirip dengan aslinya.

Dikutip dari Telegraph, Jumat, 18 Januari 2013, karena tidak mirip, lukisan ini dilarang untuk dipajang di gedung balai kota Liverpool, dan hanya sempat dipamerkan sebentar di Walker Art Gallery. Ketua dewan yang malu kemudian memerintahkan agar lukisan tersebut digudangkan saja.

Pembuat lukisan ini, John Napper, yang telah wafat pada 2001 lalu, juga sempat mengomentari karyanya tersebut. "Ini merupakan sebuah lukisan seorang ratu yang indah, namun bukan ratu yang ini."

Pauline Napper, janda dari John Napper, menyatakan masih ingat dengan lukisan yang dibuat suaminya dalam sekali duduk itu. Lukisan ini sebenarnya diniatkan untuk digantung sangat tinggi, sehingga orang melihatnya dari bawah. Bila dilihat dari sudut pandang itu, katanya, leher Ratu akan terlihat normal. "Mereka kemudian tidak mengantungnya cukup tinggi, karena itu lukisannya jadi tidak mirip dengan Ratu," katanya.

Setelah itu, Napper kemudian membuat lukisan Ratu Elizabeth yang kedua, tentunya dengan leher yang lebih pendek. Lukisan ini akhirnya diterima anggota dewan dan dipajang di balai kota Liverpool hingga sekarang.

Beruntung bagi Napper, memperingati 60 tahun Ratu Elizabeth naik takhta, mulai awal tahun ini lukisan pertama yang lama "dinistakan" tersebut mulai dipajang di balai St George . Lukisan ini adalah hal paling pertama yang akan dilihat orang yang datang ke gedung ini untuk menikah atau mengurus catatan sipil.

TELEGRAPH | RATNANING ASIH

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.