Lukman Hakim ajak jamaah maknai Haji Wada' Rasulullah

Mantan Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudin saat menjadi khatib Shalat Idul Adha 1443 Hijriyah di Lapangan SMA Al-Azhar Jakarta, Minggu mengajak jamaah memaknai Haji Wada' yang merupakah ibadah haji terakhir Rasulullah SAW.


Haji Wada' adalah haji terakhir yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pada tahun 10 Hijriyah, yang bertepatan pada hari Jum'at tanggal 9 Maret tahun 632 Masehi.


Di atas mimbar, Lukman Hakim mengajak seluruh jamaah untuk mengingat kejadian Haji Wada' yang dilakukan oleh Rasulullah SAW 14 abad yang lalu karena situasi dunia saat ini yang masih didera berbagai kesulitan dan bahkan kecamuk perang di sebagian belahan dunia lain.

"Khutbah Haji Wada' Rasulullah SAW di Bukit Arafah itu masih sangat relevan dan penting untuk dikenang hingga saat ini," ucap Lukman Hakim yang menggunakan jas hitam dipadukan dengan sarung bercorak cokelat.

Dia mengajak seluruh jamaah untuk bijak dalam menyikapi fenomena yang terjadi saat ini dengan menjaga dan memelihara cara pandang, sikap, dan amalan keagamaan yang tidak berlebihan dan melampaui batas.


"Setiap umat beragama harus lebih memfokuskan diri pada pesan utama ajaran agama yang inti pokok ajarannya adalah melindungi kemanusiaan dan membangun kemaslahatan bersama," kata dia.

Baca juga: M. Nuh: Bersyukur bukan hanya atas nikmat tapi terhindar dari musibah

Lukman juga mengatakan beragama secara moderat yang memiliki artian tidak berlebihan dan melampaui batas itu lebih difokuskan pada pembinaan umat beragama di ranah kehidupan publik.

Dalam hal ini, kata dia, terdapat hal utama yang juga harus diperhatikan antara lain adalah membangun sikap dan praktik beragama yang memiliki dampak positif dalam menjalani kehidupan bersama.

"Poin penting selanjutnya dalam beragama secara moderat adalah prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan bersama," ujar dia.

Dalam khutbahnya yang mengangkat peristiwa Haji Wada', Lukmah mengajak jamaah tidak lupa untuk bisa mengamalkan pesan-pesan terakhir Baginda Nabi, yakni memanusiakan manusia, membangun kemaslahatan bersama dan juga menaati kesepakatan hidup bersama agar tetap menginspirasi dan menjadi tuntunan bersama yang mewujud dalam realita tatanan kehidupan beragama dan bernegara di Indonesia.

Baca juga: Khatib Shalat Id: Ibadah kurban "pupuk" kepedulian kepada sesama
Baca juga: Hidayat Nur Wahid ajak jamaah maknai solidaritas keumatan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel